Gelar Harmoni Budaya Indonesia, NasDem Pamerkan Lukisan Sujiwo Tejo
Kamis, 01 September 2022 - 12:26 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, politikus NasDem ini mengatakan badan kebudayaan ini nantinya melakukan interaksi dengan para pelaku budaya. "Dan juga berinteraksi dengan isu budaya. Hal ini penting karena kami melihat bahwa partai politik harus sudah mulai terlibat kepada pembuatan kebijakan menjaga dan memajukan kebudayaan Indonesia," ujarnya.
Selama September, lanjut Farhan, ada digelar rangkaian focus group discussion (FGD) membahas berbagai fenomena kebudayaan. Terutama yang berkaitan dengan kebijakan, seperti fashion dan ruang publik.
"Kan kita bisa melihat bahwa contoh yang Citayam Fashion Week itu kan antitesis dari orang-orang yang pingin ikut Paris Fashion Week," lanjutnya. Baca juga: Rhapsody of the Archipelago, Presidensi G20 Indonesia Kenalkan Keanekaragaman Budaya
Anggota Komisi I DPR RI itu juga menyebutkan NasDem ingin menjadi pelopor agar partai politik juga turut andil dalam bidang kebudayaan Indonesia. "Selama ini peran parpol hanya tiga sebetulnya. Satu, edukasi. Dua, terlibat dalam pembangunan dan kemajuan bangsa. Ketiga, kontestasi. Nah, sekarang saatnya parpol, NasDem menjadi pelopor agar masuk ke dalam budaya," jelasnya.
Tak hanya itu, Farhan juga menyebutkan Badan Budaya NasDem itu nantinya juga akan mengupayakan pengembalian dua prasasti sejarah Indonesia yang berada di luar negeri. "Prasasti Pucangan di India, satu lagi prasasti di rumah seorang bangsawan Skotlandia," tandasnya.
Selama September, lanjut Farhan, ada digelar rangkaian focus group discussion (FGD) membahas berbagai fenomena kebudayaan. Terutama yang berkaitan dengan kebijakan, seperti fashion dan ruang publik.
"Kan kita bisa melihat bahwa contoh yang Citayam Fashion Week itu kan antitesis dari orang-orang yang pingin ikut Paris Fashion Week," lanjutnya. Baca juga: Rhapsody of the Archipelago, Presidensi G20 Indonesia Kenalkan Keanekaragaman Budaya
Anggota Komisi I DPR RI itu juga menyebutkan NasDem ingin menjadi pelopor agar partai politik juga turut andil dalam bidang kebudayaan Indonesia. "Selama ini peran parpol hanya tiga sebetulnya. Satu, edukasi. Dua, terlibat dalam pembangunan dan kemajuan bangsa. Ketiga, kontestasi. Nah, sekarang saatnya parpol, NasDem menjadi pelopor agar masuk ke dalam budaya," jelasnya.
Tak hanya itu, Farhan juga menyebutkan Badan Budaya NasDem itu nantinya juga akan mengupayakan pengembalian dua prasasti sejarah Indonesia yang berada di luar negeri. "Prasasti Pucangan di India, satu lagi prasasti di rumah seorang bangsawan Skotlandia," tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :