Pengerjaan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II Sepanjang 16,31 Km Capai 8 Persen

Rabu, 01 Juli 2020 - 16:46 WIB
loading...
Pengerjaan Jalan Tol...
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau pengerjaan pembangunan tol Semarang-Demak Seksi II, Rabu (1/7/2020).FOTO: Dok Humas Pemprov Jateng.
A A A
DEMAK - Progres pembangunan jalan tol Semarang-Demak seksi II kini telah mencapai 8 persen. Meski secara keseluruhan ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2022, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap ada percepatan pembangunan.

Seksi II pembangunan jalan tol Semarang-Demak tersebut sepanjang 16 km, membentang dari Kecamatan Sayung sampai Demak kota. Saat meninjau pengerjaan di seksi II tersebut, Rabu (1/7/2020), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tampak mengecek beberapa pengerjaan, dari pemasangan tiang pancang sampai proses pengurukan.

"Kita pastikan pengerjaan ini berjalan. Kita harapkan selain memperlancar transportasi juga menyelesaikan beberapa bagian yang terkena rob. Itulah yang dulu kita bicarakan sangat lama. Dan progresnya bagus," terang Ganjar.

Seperti diketahui, pengerjaan jalan tol dengan total panjang 27 km tersebut terbagi dalam dua seksi. Yakni seksi 1 berada di ruas Semarang-Sayung sepanjang 10,69 km dan seksi II sepanjang 16,31 km yang membentang dari Sayung sampai Demak kota dan ditargetkan selesai pengerjaan fisiknya pada akhir 2021.

Untuk pengerjaan di seksi II, Ganjar sangat mengapresiasi progres pengerjaan yang telah mencapai 8 persen. Karena pengerjaan baru dilakukan awal tahun ini. Apalagi selama proyek berlangsung, kegiatan perekonomian masyarakat sekitar juga ikut tumbuh. Ganjar berharap target selesai pengerjaan di pertengahan tahun 2022 bisa dicapai.

"Selagi kita bekerja, kita juga menghidupkan ekonomi warga sekitar. Progres pembangunan sudah 8 persen. Kita sudah bisa mulai melihat fisiknya. Target selesai pertengahan 2022, tapi Pak Presiden minta ada percepatan," katanya.

Sementara untuk seksi I, yang bakal memiliki desain tanggul laut, Ganjar mengatakan prosesnya masih terkendala pembebasan lahan. Karena 70 persen lahannya tergenang. "Dari BPN yang sedang mengkaji status tanah itu. Masyarakat tidak usah khawatir semua akan diajak bicara," pungkasnya.
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Berita Terkini
Ichsanuddin Noorsy:...
Ichsanuddin Noorsy: UGM Berada di Titik Nadir dalam Kasus Ijazah Jokowi
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Infografis
Daftar 26 Jalan Tol...
Daftar 26 Jalan Tol yang Diskon hingga 20% saat Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved