Jokowi Sebut Nyapres Tak Cuma Modal Elektabilitas, Pengamat: Sinyal Dukung Puan Menguat
Sabtu, 27 Agustus 2022 - 12:54 WIB
loading...
Sinyal dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Ketua DPR RI Puan Maharani untuk diusung sebagai capres PDIP di 2024 menguat. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sinyal dukungan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) kepada Ketua DPR RI Puan Maharani untuk diusung sebagai capres PDIP di 2024 menguat. Hal itu menyusul pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa untuk menjadi capres tidak cuma bermodalkan elektabilitas.
Pengamat politik dari Voxpol Center Reseach & Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai, ada beberapa alasan yang bisa menguatkan pernyataan Jokowi itu sebagai sinyal kuat memberikan dukungan kepada Puan. Pertama, PDIP sudah memberikan kode keras bahwa elektabilitas yang moncer atau tinggi tidak menjadi preferensi menentukan soal dukungan capres, karena mungkin PDIP menyadari bahwa kebutuhan Indonesia tidak bisa hanya semata indikator elektabilitas," kata Pangi.
Kedua, apakah nanti PDIP konsisten atau ditaklukkan oleh kehendak dan realitas politik, di ujung bakal mengusung yang mungkin elektabilitasnya tinggi, yang bakal menang? Atau tetap konsisten mendukung capres yang mengakar di parpol, yang ideologis dan punya narasi kebangsaan yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan ke depannya
Baca juga: Puan Maharani: Insyaallah 2024 Akan Ada Lagi Presiden Perempuan
"Ketiga, apakah itu ditujukan ke Ganjar atau Puan, kita bisa menangkap pesan dan sinyal itu bahwa elektabilitas Puan tidak se moncer Ganjar, dan jangan lupa juga mungkin Jokowi memberikan kode sinyal bahwa Mas Ganjar jangan terlalu kepedean, terlalu confidance tinggi sebab PDIP belum tentu mengusung capres yang elektabilitasnya moncer," ujarnya.
Pengamat politik dari Voxpol Center Reseach & Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai, ada beberapa alasan yang bisa menguatkan pernyataan Jokowi itu sebagai sinyal kuat memberikan dukungan kepada Puan. Pertama, PDIP sudah memberikan kode keras bahwa elektabilitas yang moncer atau tinggi tidak menjadi preferensi menentukan soal dukungan capres, karena mungkin PDIP menyadari bahwa kebutuhan Indonesia tidak bisa hanya semata indikator elektabilitas," kata Pangi.
Kedua, apakah nanti PDIP konsisten atau ditaklukkan oleh kehendak dan realitas politik, di ujung bakal mengusung yang mungkin elektabilitasnya tinggi, yang bakal menang? Atau tetap konsisten mendukung capres yang mengakar di parpol, yang ideologis dan punya narasi kebangsaan yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan ke depannya
Baca juga: Puan Maharani: Insyaallah 2024 Akan Ada Lagi Presiden Perempuan
"Ketiga, apakah itu ditujukan ke Ganjar atau Puan, kita bisa menangkap pesan dan sinyal itu bahwa elektabilitas Puan tidak se moncer Ganjar, dan jangan lupa juga mungkin Jokowi memberikan kode sinyal bahwa Mas Ganjar jangan terlalu kepedean, terlalu confidance tinggi sebab PDIP belum tentu mengusung capres yang elektabilitasnya moncer," ujarnya.
Lihat Juga :