Elemen Buruh Tolak Rencana Kenaikan Harga BBM Subsidi

Rabu, 24 Agustus 2022 - 19:16 WIB
loading...
Elemen Buruh Tolak Rencana...
Wakil Ketua Umum DPP KSPSI Arnod Sihite mengatakan, rencana kenaikan harga BBM bersubsidi tidak tepat karena saat ini buruh baru mulai menata kembali kehidupannya pasca Pandemi Covid-19. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Kelompok elemen buruh menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak ( BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan solar. Kenaikan harga BBM bersubsidi dinilai akan membebani masyarakat yang baru pulih akibat pandemi Covid-19.

Wakil Ketua Umum DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Arnod Sihite mengatakan, kenaikan harga BBM memiliki dampak luas pada masyarakat dan industri. Buruh yang baru mulai menata kembali kehidupannya karena beberapa di antaranya terkena PHK akibat pandemi tentu akan mengalami kesulitan.

"Menaikan harga BBM dalam situasi sekarang sangat tidak tepat, kurang bijak, dan terkesan pemerintah ambil jalan mudah. Padahal masih ada upaya lain jika tujuannya dalam rangka menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap positif," kata Arnod dalam keterangan tertulis, Rabu (24/8/2022).



Dalam konteks menjaga stabilitas perekonomian, kata Arnod, pemerintah akan lebih bijak jika mencari solusi berupa pemangkasan biaya-biaya rutin di kementerian/lembaga yang tidak penting. Selain itu juga dengan menyederhanakan distribusi barang untuk menekan biaya.

"Sebagai contoh industri yang rata-rata memakai solar jika dinaikkan, maka otomatis harga akan naik, dan kemampuan daya beli jauh berkurang serta serapan tenaga kerja akan sangat terganggu. Demikian juga untuk pengangkutan barang dan angkutan umum, dampaknya akan sangat besar, belum lagi pelaku UMKM akan menjerit karena mereka ketergantungan BBM bersubsidi. Jadi langkah menaikan harga BBM ini jelas bukan opsi yang tepat," kata Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Penerbitan Percetakan Media Informasi (FSP PPMI) ini.

Arnod mengatakan, menjelang tahun politik yang menuntut persatuan dan kesatuan bangsa, maka penting bagi pemerintah mendengar suara rakyat agar ekonomi bisa tumbuh dengan baik. Kebijakan menaikan harga BBM justru bisa menimbulkan goncangan politik.

Baca juga: Sinyal BBM Naik? Menteri Ekonomi Jokowi Kumpul di Kantor Airlangga

"Jangan sampai inflasi tinggi dan daya beli masyarakat rendah itu bisa menimbukkan gejolak sosial, apalagi ini sudah menjelang tahun politik. Kami paham bahwa pertumbuhan ekonomi kita jaga tapi rakyat juga harus diberikan perlindungan," kata Arnod.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan skenario kenaikan harga BBM bersubsidi. Nantinya skema hitungan kenaikan harga BBM diajukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden menginginkan agar kenaikan harga BBM subsidi tidak berpengaruh inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat.

"Kita ada range-range sekian, berapa dampaknya ini perlu kajian dengan kementerian terkait," kata Arifin dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR, di Jakarta, Rabu (24/8/2022).

Pihaknya juga sedang menghitung penambahan kuota BBM Pertalite dan Solar subsidi, yang dipastikan melebihi kuota yang ditetapkan. Adapun penambahan akan dibarengi dengan program-program pembatasan Pertalite agar penggunaannya lebih tepat sasaran.

Berdasarkan laporan, sampai Juli 2022, kuota BBM Pertalite tersisa 6,2 juta kiloliter (kl) sampai akhir tahun mencapai 23 juta kl. Sementara untuk konsumsi Solar subsidi hingga Juli 2022 sudah mencapai 9,9 juta kl dari kuota tahun ini sebesar 14,91 juta kl. Dengan begitu, maka sisa kuota Solar subsidi hingga Juni tinggal 5,01 juta kl.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Serikat Pekerja Dukung...
Serikat Pekerja Dukung Restrukturisasi BUMN tapi Harus Hindari PHK
Naik Maung, Presiden...
Naik Maung, Presiden Prabowo Hadiri May Day di Monas
FSP FARKES KSPSI dan...
FSP FARKES KSPSI dan Serikat Pekerja Kesehatan Turkiye Teken Kerja Sama Bilateral
Kenaikan BBM Non-Subsidi,...
Kenaikan BBM Non-Subsidi, DPR: Kelas Menengah ke Atas Shock
Tepis Analisis JK, Misbakhun...
Tepis Analisis JK, Misbakhun Tegaskan Harga BBM Subsidi Aman hingga Akhir 2026
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Rekomendasi
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Gubernur Muzakir Manaf,...
Gubernur Muzakir Manaf, Mantan Panglima GAM yang Tolak 4 Pulau Aceh Masuk Sumut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved