Kapolri Sebut Anak Buah Ferdy Sambo Intervensi Keluarga Brigadir J

Rabu, 24 Agustus 2022 - 16:37 WIB
loading...
Kapolri Sebut Anak Buah...
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkap personel Divisi Propam Polri sempat melakukan intervensi kepada keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkap personel Divisi Propam Polri sempat melakukan intervensi kepada keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Intervensi itu dilakukan saat penyerahan jenazah hingga proses pemakaman pada Sabtu, 9 Juli 2022.

Listyo mengatakan, intervensi bermula saat jenazah Brigadir J tiba di rumah duka. Ketika itu, keluarga tidak diizinkan untuk melihat kondisi jenazah. "Pada saat jenazah Brigadir Yosua tiba di rumah keluarga almarhum, keluarga sempat tidak diizinkan untuk melihat kondisi jenazah," kata Listyo dalam rapat kerja di Komisi III DPR, Senayan, Rabu (24/8/2022).

Baca juga: Kapolri: Bharada E Lihat Jasad Brigadir J Sudah Bersimbah Darah di Depan Ferdy Sambo

Namun, keluarga mendesak dan mengatakan tidak mau menerima jenazah serta meneken berita acara jika tidak diperbolehkan melihat kondisi Brigadir J. "Keluarga tidak mau menerima jenazah dan menandatangani berita acara serah terima bila tidak melihat kondisi jenazah," katanya.

"Akhirnya keluarga diperbolehkan untuk melihat separuh badan ke atas, keluarga melihat adanya luka luka dan jahitan di wajah. Melihat kondisi tersebut, keluarga kemudian menjadi histeris," ucapnya.

Baca juga: Kapolri: Ferdy Sambo Intervensi Olah TKP Kasus Brigadir J

Personel Divpropam yang saat itu berada di rumah keluarga Brigadir J lantas memberikan penjelasan soal luka-luka pada jenazah. Listyo mengatakan, personel Divpropam itu menyebut luka diakibatkan oleh peristiwa baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E.

Pada malam harinya, mantan Karopaminal Divpropam Polri Brigjen Pol Hendra Kurniawan mendatangi keluarga Brigadir J untuk memberikan penjelasan lebih detail. Namun, Hendra menolak perbincangannya direkam dan meminta agar obrolan tersebut dilakukan secara tertutup.

"Brigjen Hendra atau Karopaminal yang menjelaskan dan meminta pada saat itu untuk tidak direkam dengan alasan terkait masalah aib. Keluarga mendapat penjelasan lebih detail, sehingga jumlah tembakan dan posisi tembak menembak serta luka yang ada di tubuh jenazah," sambungnya.

Intervensi lain yang didapat adalah ketika keluarga meminta agar prosesi pemakaman Brigadir J dilakukan secara kedinasan, namun ditolak oleh personel Divpropam Polri. Alasannya, karena Brigadir J telah melakukan perbuatan tercela.

"Personel Divpropam Polri menolak permintaan keluarga untuk pelaksanaan pemakaman secara kedinasan karena menurut personel Divpropam tersebut, terdapat syarat yang harus dipenuhi, dan dalam hal ini mereka menyatakan ada perbuatan tercela," katanya.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Boni Hargens Lihat Polri...
Boni Hargens Lihat Polri Makin Humanis: Kunci Stabilitas Sosial Politik
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Anggota Polri yang Duduki...
Anggota Polri yang Duduki Jabatan di Luar Struktur Tak Perlu Mundur selama Penugasan Negara
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Dari Satlantas Manado...
Dari Satlantas Manado ke Propam, Karier Moncer Polwan Iptu Priscilla Tissy Atotoy
4 Kombes Pol Digeser...
4 Kombes Pol Digeser Kapolri ke Dirreskrimum Polda pada Mutasi 7 Mei 2026
22 Pati dan Pamen Dimutasi...
22 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Polda Luar Jawa, Ada Irjen Pol hingga AKBP
Rekomendasi
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Berita Terkini
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Infografis
Hendra Kurniawan Divonis...
Hendra Kurniawan Divonis 3 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Brigadir J
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved