Survei Algoritma: Ini 3 Kandidat Capres dengan Elektabilitas Tertinggi
Minggu, 21 Agustus 2022 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
“Gap dengan nama-nama di urutan bawahnya cukup besar, namun bukan jaminan angka ini tidak berubah, terlebih jika para kompetitornya bisa melihat peluang kebutuhan publik terkait capres untuk Pilpres 2024,” ucap Aditya.
Dalam hasil tersebut, dia menambahkan PDIP masih memuncaki kompetisi elektoral dengan raihan sebesar 22%, diikuti oleh Partai Gerindra 14,3%, dan Partai Golkar 7,3%.
Diketahui, figur kepala daerah disebut yang paling layak untuk maju sebagai Presiden pada Pemilu 2024. Setidaknya hal itu terpotret dari hasil survei Algoritma Research and Consulting.
Direktur Riset dan Program Algoritma Research and Consulting, Fajar Nursahid menyebutkan sejumlah figur berlatar belakang kepala daerah yang paling banyak dinilai layak menjadi Presiden adalah Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Baca juga: Pilpres 2024, PDIP Akan Umumkan Capres Oktober 2023
"Kita menemui bahwa beberapa figur dengan latar belakang kepala daerah dan militer, itu adalah pilihan figur yang paling banyak diminati," kata Fajar saat meluncurkan hasil riset bertajuk "77 Tahun Kemerdekaan, Indonesia Menyongsong Pemilu 2024: Adakah Capres Alternatif, Minggu (21/8/2022).
Dalam hasil tersebut, dia menambahkan PDIP masih memuncaki kompetisi elektoral dengan raihan sebesar 22%, diikuti oleh Partai Gerindra 14,3%, dan Partai Golkar 7,3%.
Diketahui, figur kepala daerah disebut yang paling layak untuk maju sebagai Presiden pada Pemilu 2024. Setidaknya hal itu terpotret dari hasil survei Algoritma Research and Consulting.
Direktur Riset dan Program Algoritma Research and Consulting, Fajar Nursahid menyebutkan sejumlah figur berlatar belakang kepala daerah yang paling banyak dinilai layak menjadi Presiden adalah Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Baca juga: Pilpres 2024, PDIP Akan Umumkan Capres Oktober 2023
"Kita menemui bahwa beberapa figur dengan latar belakang kepala daerah dan militer, itu adalah pilihan figur yang paling banyak diminati," kata Fajar saat meluncurkan hasil riset bertajuk "77 Tahun Kemerdekaan, Indonesia Menyongsong Pemilu 2024: Adakah Capres Alternatif, Minggu (21/8/2022).
(kri)
Lihat Juga :