Johnny G Plate Tepis Kabar NasDem Pamit ke Jokowi
Minggu, 21 Agustus 2022 - 13:35 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Johnny G Plate membantah partainya hengkang dari Kabinet Indonesia Maju. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Johnny G Plate membantah partainya hengkang dari Kabinet Indonesia Maju. Menurutnya, Nasdem sejak Pemilu 2019 telah berkomitmen mengawal Presiden Jokowi hingga 2024.
Johnny menegaskan hubungan Nasdem dengan Presiden Jokowi semakin erat dan kompak. "Relasi Nasdem dengan Presiden makin solid," katanya kepada MNC Portal melalui pesan singkat, Minggu (21/8/2022).
Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) itu menjelaskan agenda pertemuan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka pada Jumat (20/8/2022). Pertemuan itu bukan karena Nasdem berpamitan keluar dari kabinet Jokowi, tapi membahas agenda kebangsaan.
Baca juga: Surya Paloh Pamit ke Jokowi untuk 2024, Nasdem Dinilai Sudah Pertimbangkan Risikonya
"Betul bertemu di Istana Merdeka (Surya Paloh), sekitar dua jam berdiskusi tentang penyelenggaraan negara di saat tantangan dunia global yang masih luar biasa. Topik bahasan lebih mengutamakan pembicaraan terkait kehidupan kebangsaan dan profile politik nasional serta strategi menjaga konsolidasi demokrasi yang lebih matang dan lebih sehat," katanya.
Johnny menegaskan hubungan Nasdem dengan Presiden Jokowi semakin erat dan kompak. "Relasi Nasdem dengan Presiden makin solid," katanya kepada MNC Portal melalui pesan singkat, Minggu (21/8/2022).
Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) itu menjelaskan agenda pertemuan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka pada Jumat (20/8/2022). Pertemuan itu bukan karena Nasdem berpamitan keluar dari kabinet Jokowi, tapi membahas agenda kebangsaan.
Baca juga: Surya Paloh Pamit ke Jokowi untuk 2024, Nasdem Dinilai Sudah Pertimbangkan Risikonya
"Betul bertemu di Istana Merdeka (Surya Paloh), sekitar dua jam berdiskusi tentang penyelenggaraan negara di saat tantangan dunia global yang masih luar biasa. Topik bahasan lebih mengutamakan pembicaraan terkait kehidupan kebangsaan dan profile politik nasional serta strategi menjaga konsolidasi demokrasi yang lebih matang dan lebih sehat," katanya.
Lihat Juga :