Surya Paloh Pamit ke Jokowi untuk 2024, Nasdem Dinilai Sudah Pertimbangkan Risikonya
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 20:51 WIB
loading...
A
A
A
"Saya rasa Pak Surya Paloh sudah memperhitungkan itu dan demi 2024 nampaknya dia (Paloh) melihat, dia (Paloh) siap dengan berbagai risiko itu," ujarnya.
Selain Jokowi enggan mengambil risiko, pendiri lembaga riset KedaiKOPI ini juga melihat bahwa keinginan Jokowi untuk bisa mengakhiri masa jabatannya dengan baik menjadi hal yang lebih penting.
Karena kalau pun ada reshuffle, akan berapa lama menteri baru akan bekerja dan beradaptasi. "Kemudian yang kedua dia kan mau smooth landing nih, bayangan saya kalau dia lakukan reshuffle lagi, berapa lama tuh menteri baru akan ada beradaptasi," terang Hensat.
Lebih dari itu Hensat menambahkan, jika Jokowi mencopot semua menteri Nasdem, maka Nasdem yang paling diuntungkan. Karena dengan karakter pemilih Indonesia yang mudah bersimpati, Nasdem seakan tengah dizalimi.
"Kalaupun dia (Jokowi) hentikan atau dia ganti menteri-menterinya Nasdem, Nasdem dalam posisi yang diuntungkan, karena apa? Ya mereka sebagai partai yang dizalimi, itu akan mendapat nilai tersendiri di mata masyarakat," tandas Hensat.
Selain Jokowi enggan mengambil risiko, pendiri lembaga riset KedaiKOPI ini juga melihat bahwa keinginan Jokowi untuk bisa mengakhiri masa jabatannya dengan baik menjadi hal yang lebih penting.
Karena kalau pun ada reshuffle, akan berapa lama menteri baru akan bekerja dan beradaptasi. "Kemudian yang kedua dia kan mau smooth landing nih, bayangan saya kalau dia lakukan reshuffle lagi, berapa lama tuh menteri baru akan ada beradaptasi," terang Hensat.
Lebih dari itu Hensat menambahkan, jika Jokowi mencopot semua menteri Nasdem, maka Nasdem yang paling diuntungkan. Karena dengan karakter pemilih Indonesia yang mudah bersimpati, Nasdem seakan tengah dizalimi.
"Kalaupun dia (Jokowi) hentikan atau dia ganti menteri-menterinya Nasdem, Nasdem dalam posisi yang diuntungkan, karena apa? Ya mereka sebagai partai yang dizalimi, itu akan mendapat nilai tersendiri di mata masyarakat," tandas Hensat.
Lihat Juga :