Pertiwi Indonesia Inisiasi Barisan Berkebaya Penjaga Bendera Pusaka pada HUT ke-77 RI
Kamis, 18 Agustus 2022 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
"Ibu-ibu yang bergabung dalam barisan berkebaya di cawan Monas maupun di barisan Kirab Berkebaya Penjaga Bendera Pusaka ini sangat bersemangat melakukan yang terbaik dengan berlatih dengan cukup intensif bersama Kogartap 1 untuk sinkronisasi dengan Paskibra dan Paspampres yang akan bertugas dalam prosesi menjelang Upacara Kenegaraan di Perayaan Kemerdekaan Indonesia di Istana Negara," ujarnya.
Ketua Umum Perkumpulan Perempuan Pertiwi Sekjen Pertiwi Antarina S.F Amir menyampaikan penekanan akan pentingnya peningkatan peran perempuan Indonesia menuju perempuan yang tangguh dan mandiri untuk terus berpartisipasi dalam ekonomi yang produktif dalam keluarga dan masyarakat. Rina menuturkan Barisan Berkebaya adalah bagian dari kecintaan kepada budaya Indonesia yang adiluhung dan wajib dipelihara menjadi kepribadian berbangsa Satu Indonesia.
Dalam kesempatan ini Ketua Panitia Barisan Berkebaya dan juga pegiat komunitas kebaya untuk ke Unesco Miranti Serad Ginanjar mengatakan acara di atas adalah untuk memperkuat budaya berkebaya dengan segala kearifan lokal nya sebagai bentuk dukungan ke pemerintah Indonesia dalam usaha mengusung busana kebaya menjadi warisan budaya yang diakui Unesco.
"Kehadiran ibu-ibu di Cawan Monas tersebut dari berbagai kalangan, yaitu dari Puteri Indonesia, ibu-ibu komunitas berkebaya, dan tidak lupa ibu-ibu bakul jamu gendong, ibu-ibu bakul Pasar Klewer yang secara khusus datang dari Solo ikut bersama dalam barisan ini," ucapnya.
Ketua Umum Perkumpulan Perempuan Pertiwi Sekjen Pertiwi Antarina S.F Amir menyampaikan penekanan akan pentingnya peningkatan peran perempuan Indonesia menuju perempuan yang tangguh dan mandiri untuk terus berpartisipasi dalam ekonomi yang produktif dalam keluarga dan masyarakat. Rina menuturkan Barisan Berkebaya adalah bagian dari kecintaan kepada budaya Indonesia yang adiluhung dan wajib dipelihara menjadi kepribadian berbangsa Satu Indonesia.
Dalam kesempatan ini Ketua Panitia Barisan Berkebaya dan juga pegiat komunitas kebaya untuk ke Unesco Miranti Serad Ginanjar mengatakan acara di atas adalah untuk memperkuat budaya berkebaya dengan segala kearifan lokal nya sebagai bentuk dukungan ke pemerintah Indonesia dalam usaha mengusung busana kebaya menjadi warisan budaya yang diakui Unesco.
"Kehadiran ibu-ibu di Cawan Monas tersebut dari berbagai kalangan, yaitu dari Puteri Indonesia, ibu-ibu komunitas berkebaya, dan tidak lupa ibu-ibu bakul jamu gendong, ibu-ibu bakul Pasar Klewer yang secara khusus datang dari Solo ikut bersama dalam barisan ini," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :