Sampaikan Visi Misi KIB, Zulhas Usulkan Subsidi BBM Diberikan Langsung ke Rakyat

Senin, 15 Agustus 2022 - 19:07 WIB
loading...
Sampaikan Visi Misi KIB, Zulhas Usulkan Subsidi BBM Diberikan Langsung ke Rakyat
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengusulkan subsidi BBM langsung untuk rakyat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengusulkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) langsung untuk rakyat. Hal ini diyakini sebagai solusi ampuh atas bengkaknya subsidi energi 2022 yang tembus Rp500 triliun.

Menteri Perdagangan (Mendag) ini mengatakan, dengan kondisi internasional yang bergolak seperti perang Rusia-Ukraina yang tak pernah diramalkan dan berbagai sebab lainnya, harga minyak dan LPG di pasar dunia meroket.

“Akibatnya, subsidi energi 2022 membengkak sampai lebih dari Rp500 triliun atau hampir 30% dari pendapatan APBN kita,” kata Zulhas, sapaan akrabnya, saat memaparkan Gagasan dan Visi Misi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang disiarkan channel YouTube PAN Jatim yang dipantau dari Jakarta, Senin (15/8/2022).

Baca juga: HT dan Zulkifli Hasan Diskusi Bangun Kemitraan demi Kemajuan Bersama

Di acara tersebut, Zulhas menyampaikan gagasan sebagai Ketua Umum PAN. “PAN berpendapat subsidi harus lebih berkeadilan, berkelanjutan dan menyejahterakan,” ujarnya.

Zulhas pun membeberkan, PAN menawarkan dua solusi yaitu, pertama, subsidi energi beralih dari berbasis komoditas menjadi subsidi langsung. Kedua, mempercepat transformasi energi bersih. “Subsidi langsung diberikan pada warga kita yang miskin,” ucapnya.

Baca juga: Launching Visi Misi KIB, Zulhas: Tinggalkan Politik Identitas, Mari Bertarung Gagasan

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat 26 juta orang yang diperkirakan memiliki kebutuhan konsumsi untuk dua motor dan mengonsumsi 2x3 kilogram LPG per bulan. Sementara listrik, mereka membutuhkan hingga 900 watt.

Menurut dia, dengan subsidi BBM dan LPG warga tak mampu sebesar Rp500.000 per orang per bulan, pemerintah hanya akan menanggung Rp15 triliun per bulan. “Angka ini sekitar Rp180 triliun per tahun,” ungkap Zulhas.

Pada saat yang sama, kata Zulhas, pemerintah masih dapat menghemat uang yang dibakar (subsidi BBM saat ini) untuk mempercepat transformasi energi bersih.

Caranya antara lain, pertama, percepatan pemakaian kendaraan listrik; Kedua, memperbanyak kompor listrik bagi rumah tangga; Ketiga, memperluas dan memperbanyak titik-titik pengisian baterai kendaraan listrik; dan keempat, memperbanyak pasokan listrik dari energi baru dan terbarukan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2092 seconds (10.177#12.26)