Pengamat Sebut Sudah Enggak Zaman Menteri Diceramahi Pakai Marah-marah
Selasa, 30 Juni 2020 - 10:23 WIB
loading...
A
A
A
Maka itu, Pangi mengatakan, ketimbang marah-marah di depan para menteri, jauh lebih berkelas Presiden Jokowi melakukan reshuffle senyap berbasis kinerja, bukan lagi waktunya reshuffle berbasis bagi-bagi kue kekuasaan. Tetapi, lanjut dia, reshuffle wajib berbasis Key Performance Indicator (KPI) yang terukur, bukan penilaian berdasarkan like or dislike, asumsi, pikiran liar, berdasarkan penilaian klaim semata.
"Problemnya, siapa yang menilai kinerja menteri? Institusi resmi yang independen yang mana? Seperti evaluasi kementerian dilakukan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apakah Jokowi menilai sendiri kinerja menterinya berdasarkan bisikan ‘inner circle’ orang kepercayaan? Atau presiden menilai pakai dukun atas kinerja menterinya? Alat ukurnya berbasiskan apa? Ini yang buat kita pusing pala barbie," ungkapnya.
Dia mengatakan, Presiden Jokowi mesti tidak usah marah-marah, menguliti menteri di depan publik, sebab hal itu sama saja buka aibnya sendiri, sama saja ketidakmampuan Presiden sendiri dipertontonkan. "Jauh lebih baik atau terhormat langsung saja reshuffle tanpa bising di ruang panggung publik, Presiden ceramah, ngomel di depan menteri sudah enggak menarik lagi dipertontonkan, sudah enggak zamannya menteri diceramahi pakai marah-marah segala," ucapnya.
"Problemnya, siapa yang menilai kinerja menteri? Institusi resmi yang independen yang mana? Seperti evaluasi kementerian dilakukan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apakah Jokowi menilai sendiri kinerja menterinya berdasarkan bisikan ‘inner circle’ orang kepercayaan? Atau presiden menilai pakai dukun atas kinerja menterinya? Alat ukurnya berbasiskan apa? Ini yang buat kita pusing pala barbie," ungkapnya.
Dia mengatakan, Presiden Jokowi mesti tidak usah marah-marah, menguliti menteri di depan publik, sebab hal itu sama saja buka aibnya sendiri, sama saja ketidakmampuan Presiden sendiri dipertontonkan. "Jauh lebih baik atau terhormat langsung saja reshuffle tanpa bising di ruang panggung publik, Presiden ceramah, ngomel di depan menteri sudah enggak menarik lagi dipertontonkan, sudah enggak zamannya menteri diceramahi pakai marah-marah segala," ucapnya.
(cip)