BNPP Ambil Langkah Strategis Sikapi Jalur Tak Resmi RI-Malaysia

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 16:33 WIB
loading...
BNPP Ambil Langkah Strategis...
Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) melaksanakan survei Jalur Tak Resmi (JTR) pada jalur perlintasan antarnegara RI-Malaysia pada 1 - 5 Agustus 2022. Foto/Dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Nasional Pengelola Perbatasan ( BNPP ) melaksanakan survei Jalur Tak Resmi (JTR) pada jalur perlintasan antarnegara RI-Malaysia pada 1 - 5 Agustus 2022. Survei terhadap 25 lintasan JTR itu dilakukan BNPP bersama Imigrasi, Bea Cukai, TNI, dan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) serta Kabupaten Sanggau.

Mereka menemukan fakta lapangan bahwa di salah satu titik JTR yang telah ditutup dengan pagar pembatas kedua negara dibobol untuk dapat meloloskan barang dari negara tetangga. Ada pula karakteristik jalur perlintasan tradisional antarwarga yang digunakan dengan pertimbangan sebagai akses kekerabatan antara warga dua negara yang kebetulan memiliki hubungan darah dengan saudara mereka di Malaysia.

Menyikapi hal itu, langkah lebih lanjut yang akan direkomendasikan BNPP merupakan hal yang ditunggu banyak pihak, khususnya warga yang bermukim pada wilayah perbatasan negara di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Asisten Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara BNPP Murtono menjelaskan bahwa pelaksanaan survei adalah salah satu langkah strategis BNPP untuk mengonfirmasi dan memetakan laporan-laporan yang selama ini masuk mengenai adanya JTR di perbatasan RI-Malaysia khususnya di Kabupaten Sanggau.

Baca juga: BNPP Konsolidasikan Kinerja Pengelolaan Perbatasan Negara



”Hasil survei ini akan memetakan, untuk melihat pendekatan apa yang akan dilakukan dalam penanganan JTR. Karena keberadaan JTR ini berangkat dari hubungan tradisional masyarakat dua negara yang sebelumnya terikat secara kekerabatan kekeluargaan, maka kita tidak menampik adanya kebutuhan JTR tersebut oleh masyarakat,” ujarnya, Sabtu (13/8/2022).

Akan tetapi, dari hasil paparan tim survei yang dibentuk, ditemukan fakta bahwa adanya JTR yang digunakan oleh oknum untuk meloloskan barang-barang ilegal bahkan narkoba. Berkedok jalur tradisional, namun digunakan untuk meloloskan barang haram tersebut ke dalam negeri seperti temuan tim survei di Dusun Mangkau, Desa Palapasang dan informasi dari Satgas Pamtas.

Tim menemukan jalur yang diketahui tak hanya digunakan oleh warga setempat untuk memenuhi kebutuhan sembako mereka dari kampung terdekat di Malaysia yang hanya berjarak sekitar 3,8 kilometer, namun juga dimanfaatkan orang-orang tak bertanggung jawab untuk meloloskan narkoba. Dia mengatakan, yang perlu ditangani adalah jalur-jalur tidak resmi itu tidak digunakan untuk perlintasan secara nontradisional atau secara ilegal.

"Pertama ilegal tersebut digunakan oleh masyarakat yang bukan dari ataupun bukan yang berdomisili di desa kawasan jalur tidak resmi tersebut. Yang kedua menjadi sarana untuk oknum-oknum tertentu dari kawasan tersebut atau oknum masyarakat dari luar kawasan untuk membawa barang-barang yang tidak sesuai ketentuan,” kata Murtono.

Langkah strategis, tegas, dan tak melupakan humanis serta aspek sosial dari warga yang bermukim di kawasan perbatasan menjadi hal utama bagi BNPP ke depan dalam memberikan rekomendasi, atau bahkan kebijakan institusi untuk menyikapi hal tersebut. Banyak pihak berharap, BNPP sebagai lembaga negara yang memiliki tanggung jawab mengoordinasikan pengelolaan perbatasan, dapat bertindak secara cepat dan tepat untuk menyelesaikan polemik di kawasan perbatasan yang terus berubah-ubah dikarenakan kondisi yang juga dinamis sesuai perkembangan zaman dan teknologi.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPP Bersoleg Jadi Forum...
BNPP Bersoleg Jadi Forum Strategis Penguatan Tata Kelola Hukum Kawasan Perbatasan
BNPP Renovasi 15.000...
BNPP Renovasi 15.000 Rumah Tak Layak Huni di 40 Kabupaten Kawasan Perbatasan
Garis Batas Baru di...
Garis Batas Baru di Sebatik, 127,3 Hektare Wilayah Malaysia Masuk Indonesia
BNPP Perkuat Kolaborasi...
BNPP Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kesejahteraan Masyarakat Pesisir
Menko Polkam dan Mendagri...
Menko Polkam dan Mendagri Tekankan Sinergi Nasional dalam Pengelolaan Perbatasan
HUT ke-15 BNPP, Mendagri...
HUT ke-15 BNPP, Mendagri Ingatkan 3 Tugas Utama di Perbatasan Negara
Tinjau Warga Perbatasan,...
Tinjau Warga Perbatasan, Sekretaris BNPP RI Pastikan Program 15.000 RTLH Tepat Sasaran
Aksi Spontan Prabowo...
Aksi Spontan Prabowo Sapa Prajurit Penjaga Ujung Utara Indonesia di Miangas
Sekretaris BNPP: Pengelolaan...
Sekretaris BNPP: Pengelolaan Perbatasan Harus Seimbang antara Keamanan dan Kesejahteraan
Rekomendasi
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Berita Terkini
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Infografis
Tak Sabar Ingin Menang,...
Tak Sabar Ingin Menang, Putin Ambil Kendali Invasi ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved