Dibentuk Para Pemimpin RI-Malaysia 50 Tahun Lalu, Prabowo: GBC Malindo Strategis

Rabu, 10 Agustus 2022 - 09:34 WIB
loading...
Dibentuk Para Pemimpin...
Menhan RI, Prabowo Subianto menegaskan bahwa GBC Malindo adalah program yang strategis antara Indonesia dan Malaysia yang dibentuk oleh para pemimpin kedua negara 50 tahun yang lalu. Foto/MNC Media
A A A
KUALA LUMPUR - Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prabowo Subiant o menegaskan bahwa General Border Committee (GBC) Malindo adalah program yang strategis antara Indonesia dan Malaysia yang dibentuk oleh para pemimpin kedua negara 50 tahun yang lalu.

Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan selepas pertemuan dengan Menhan Malaysia Dato' Seri Hishammuddin bin Hussein dalam rangka Sidang ke-42 GBC Malindo, Selasa (9/8/2022). Baca juga: Prabowo dan Menhan Malaysia Teken Nota Kesepahaman Pertahanan

Dibentuk Para Pemimpin RI-Malaysia 50 Tahun Lalu, Prabowo: GBC Malindo Strategis


Selepas pertemuan tersebut kedua negara memperingati 50 tahun GBC Malindo yang dirayakan dengan jamuan makan malam bersama.

“GBC muncul karena kesadaran pemimpin-pemimpin Malaysia dan Indonesia bahwa kita selanjutnya tidak boleh lagi tidak sejalan. Jadi inilah arti daripada GBC yang hari ini ulang tahun ke-50,” ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan bahwa pencapaian 50 tahun GBC Malindo ini membanggakan sebab kedua negara berhasil merawat program yang dibentuk untuk membina hubungan dan perdamaian kedua negara serumpun ini selepas adanya ketegangan politik antara kedua negara di masa lampau.

“Indonesia-Malaysia has a special relationship. Kalau Amerika Serikat dan Inggris punya relasi yang spesial. Itulah yang berlaku bagi Indonesia dan Malaysia. It has a special relationship,” tuturnya.

“Saya ingat pemimpin-pemimpin saya dulu, panglima-panglima saya mengatakan, ‘Kalau Malaysia dicubit, Indonesia akan merasakan sakitnya. Kalau Indonesia kena flu, mungkin Malaysia yang batuk.’ Itu sampai demikian hubungan pemimpin-pemimpin kita dulu,” lanjutnya.

Titik permulaan hubungan kerja sama antara RI dan Malaysia berawal pada 1966 di mana RI dan Malaysia menandatangani sebuah perjanjian perdamaian oleh Menteri Luar Negeri RI Adam Malik dan Menlu Malaysia Tun Abdul Razak. Perjanjian ini menjadi titik permulaan.

Dibentuk Para Pemimpin RI-Malaysia 50 Tahun Lalu, Prabowo: GBC Malindo Strategis


Hubungan tersebut meningkat dengan ditekennya Security Arrangement pada 1967 yang diikuti dengan pembaruan pada 1972 dan pembentukan GBC Malindo sebagai forum perbicangan operasi dan latihan di perbatasan. Sidang GBC Malindo pertama berlangsung pada 25 Juli 1972. Baca juga: Prabowo Tekankan Pentingnya Kekompakan Negara Serumpun untuk Perdamaian Dunia

Tahun 2022 genap 50 tahun GBC Malindo yang sudah mencatatkan pencapaian, di antaranya 42 sidang konsep “whole of government” yang diaplikasikan dalam memelihara keselamatan perbatasan darat, laut, dan udara Indonesia dan Malaysia yang melibatkan Kemhan RI, TNI, Polri, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Ditjen Bea Cukai Indonesia, Kemhan Malaysia, Angkatan Tentera Malaysia, Polis Diraja Malaysia, Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia, dan Jabatan Kastam Diraja Malaysia.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Prabowo Sindir Penolak...
Prabowo Sindir Penolak MBG: Enggak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
Garda Prabowo: Penyampaian...
Garda Prabowo: Penyampaian Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi Kurang Beradab
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Rekomendasi
Aroma Konspirasi Mencuat....
Aroma Konspirasi Mencuat. Gol Dianulir Wasit, Iran Gagal Lolos Otomatis ke Fase Gugur
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Berita Terkini
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Infografis
Alasan RI Gabung BRICS,...
Alasan RI Gabung BRICS, Prabowo: Kita Mau Berada di Mana-mana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved