Kisah Luhut Binsar Pandjaitan dan Prabowo Subianto Belajar Bareng di Sekolah Antiteror di Jerman Barat
Selasa, 09 Agustus 2022 - 15:27 WIB
loading...
A
A
A
Luhut Binsar Pandjaitan dan Prabowo Subianto diharapkan bisa belajar dari pengalaman dari pasukan elit yang memiliki kemampuan antiteror mumpuni dan telah berpengalaman sejak 1972 ini.
GSG 9 bisa melakukan 30 hingga 50 misi dalam setahun. Pasukan ini bukanlah pusat perhatian publik. “Ini adalah pekerjaan hidup dan mati yang membutuhkan pelatihan yang konstan dan ketat,” hal tersebut disampaikan oleh DW Media Jerman.
Sebagai pasukan elit, GSG-9 memiliki berbagai peralatan tempur canggih. Mulai Steyr AUG, Heckler & Koch HK 21, Heckler & Koch HK 416 dan 417, Heckler & Koch HK MP5, DSR-Precision DSR-1, juga pistol Glock 17. Menurut Military Factory.
Dalam pendidikannya mereka berdua diajarkan tentang pokok kepolisian, masalah hukum, hingga kemampuan dalam menggunakan berbagai jenis senjata.
Setelah itu mulailah diberikan pembekalan cara bertempur baik di darat maupun laut. Selain itu mereka juga diberikan keterampilan antiteror.
Setelah menimba ilmu dari sekolah tersebut Luhut Binsar Panjaitan dan Prabowo Subianto diperintahkan membentuk pasukan antiteror yang kemudian diberi nama Detasemen 81.
GSG 9 bisa melakukan 30 hingga 50 misi dalam setahun. Pasukan ini bukanlah pusat perhatian publik. “Ini adalah pekerjaan hidup dan mati yang membutuhkan pelatihan yang konstan dan ketat,” hal tersebut disampaikan oleh DW Media Jerman.
Sebagai pasukan elit, GSG-9 memiliki berbagai peralatan tempur canggih. Mulai Steyr AUG, Heckler & Koch HK 21, Heckler & Koch HK 416 dan 417, Heckler & Koch HK MP5, DSR-Precision DSR-1, juga pistol Glock 17. Menurut Military Factory.
Dalam pendidikannya mereka berdua diajarkan tentang pokok kepolisian, masalah hukum, hingga kemampuan dalam menggunakan berbagai jenis senjata.
Setelah itu mulailah diberikan pembekalan cara bertempur baik di darat maupun laut. Selain itu mereka juga diberikan keterampilan antiteror.
Setelah menimba ilmu dari sekolah tersebut Luhut Binsar Panjaitan dan Prabowo Subianto diperintahkan membentuk pasukan antiteror yang kemudian diberi nama Detasemen 81.
Lihat Juga :