Program Tanggap Bencana Libatkan Publik, RRI Terima Penghargaan BMKG

Selasa, 09 Agustus 2022 - 08:56 WIB
loading...
Program Tanggap Bencana Libatkan Publik, RRI Terima Penghargaan BMKG
Direktur Utama LPP Radio Republik Indonesia (RRI) Hendrasmo
A A A
JAKARTA -
Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) meraih penghargaan sebagai "Most Engaging Media” dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). RRI dinilai sebagai media yang paling banyak melibatkan publik dalam berbagai program untuk penyebarluasan informasi di bidang metereologi, klimatologi dan geofisika. (Baca Juga :Pengetahuan Minim, Masyarakat Butuh Edukasi Mitigasi Bencana)

“Saya kira ini merupakan wujud nyata kerjasama RRI dengan BMKG yang telah dilakukan selama ini. RRI dan BMKG bidang tugasnya hampir sama diantaranya dalam penyebarluasan informasi, dan edukasi kepada publik,” Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo, Selasa, (9/8/2022)

Hendrasmo menjelaskan RRI terus menciptakan program penyadaran kebencenaan menginggat tingginya potensi bencana alam di Indonesia. Program ini dilakukan dengan melibatkan publik yang menyampaikan informasi bencana atau sebaliknya. “Publik juga mendapatkan informasi sebagai langkah-langkah antisipasi kebencanaan dari RRI,” katanya.

Salah program unggulan RRI dalam penyadaran kebencanaan, kata Hendrasmo adalah Program Kentongan. Dengan program ini masyarakat bisa langsung menginformasikan kejadian bencana sejak dini yang akan disebarluaskan oleh RRI untuk meminimalkan risiko bencana. “Program Kentongan ini merupakan serangkaian tanggung jawab RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik untuk terlibat dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana,” ujarnya. (Baca Juga :BMKG Ajak Para Insinyur Indonesia Kolaborasi Hadapi Ancaman Multi Bencana)

Pada saat yang sama, Hendrasmo mengungkapkan RRI akan terus membuka seluas-luasnya keterlibatan publik dalam rangka membuat konten yang mencerahkan, mencerdaskan, dan memberdayakan serta mempersatukan bangsa. “Saat ini RRI ingin kembali memperkuat perannya dalam membangun bangsa, termasuk diantaranya memperkuat siaran UMKM,” ucapnya.

Selama ini, RRI di daerah melalui Programa satu (Pro 1), telah memerankan diri sebagai radio pembangunan. Karena sifatnya radio yang lokal, lebih mampu mengumpulkan para stakeholder di daerah dalam memperkuat proses pembangunan di daerah masing-masing. “Dan hingga saat ini RRI hadir di 67 daerah di seluruh Indonesia plus 40 stasiun produksi di daerah di luar itu, untuk memperkuat perannya,” pungkasnya.
(war)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1865 seconds (10.101#12.26)