Didemo soal Kenaikan Tiket Pulau Komodo, Sandiaga Uno Ajak Anak-Anak Muda Labuan Bajo Ngopi Bareng
Senin, 08 Agustus 2022 - 16:16 WIB
loading...
A
A
A
"Ini adalah sosok menteri yang di mana siap mendengarkan aspirasi rakyat kami yang bermukim di tempat pariwisata Pak, hormat setinggi-tingginya untuk Bapak Sandiaga Uno," tambahnya.
Mendengar keluh kesah para demonstran, Sandiaga Uno menyampaikan keputusan terkait kenaikan tiket masuk Pulau Komodo telah ditetapkan. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT), katanya, telah menunda kenaikan tarif hingga 31 Desember 2022.
Bersamaan dengan hal tersebut, pihaknya bersama Pemprov NTT akan melakukan sosialisasi dan berdiskusi dengan seluruh stakeholders, termasuk masyarakat dan pelaku usaha parekraf. "Keputusan dari pemerintah dan sudah diumumkan oleh Pemerintah Provinsi NTT untuk menunda sampai 31 Desember. Selama ini bertransisi dan kita akan menyosialisasikan, berdiskusi," ungkap Sandiaga Uno.
Sementara itu, terkait aksi unjuk rasa, Sandiaga Uno meminta mereka untuk berpindah tempat ke sisi Barat Daya Monas. Selanjutnya, mereka diundang untuk ngopi bareng di Kantor Kemenparekraf pada hari ini, pukul 16.00 WIB.
"Ini kan ada di pusat keramaian, dan ini bukan tempat (demonstrasi) juga, Ini melanggar aturan, jadi teman-teman kan jumlahnya enggak terlalu banyak, mobilnya bisa diparkir yang benar, terus tidak usah pakai pengeras, saya terima di dalam," ungkap Sandiaga Uno.
"Tapi disiapkan apa yang mau disampaikan, saya ucapkan terima kasih, tolong membubarkan diri supaya tidak membuat keramaian demi ketertiban kita. Nanti disiapkan makanan dulu teman-teman, belum pada makan kan?" tanyanya.
"Sudah makan Pak," balas peserta aksi.
Mendengar keluh kesah para demonstran, Sandiaga Uno menyampaikan keputusan terkait kenaikan tiket masuk Pulau Komodo telah ditetapkan. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT), katanya, telah menunda kenaikan tarif hingga 31 Desember 2022.
Bersamaan dengan hal tersebut, pihaknya bersama Pemprov NTT akan melakukan sosialisasi dan berdiskusi dengan seluruh stakeholders, termasuk masyarakat dan pelaku usaha parekraf. "Keputusan dari pemerintah dan sudah diumumkan oleh Pemerintah Provinsi NTT untuk menunda sampai 31 Desember. Selama ini bertransisi dan kita akan menyosialisasikan, berdiskusi," ungkap Sandiaga Uno.
Sementara itu, terkait aksi unjuk rasa, Sandiaga Uno meminta mereka untuk berpindah tempat ke sisi Barat Daya Monas. Selanjutnya, mereka diundang untuk ngopi bareng di Kantor Kemenparekraf pada hari ini, pukul 16.00 WIB.
"Ini kan ada di pusat keramaian, dan ini bukan tempat (demonstrasi) juga, Ini melanggar aturan, jadi teman-teman kan jumlahnya enggak terlalu banyak, mobilnya bisa diparkir yang benar, terus tidak usah pakai pengeras, saya terima di dalam," ungkap Sandiaga Uno.
"Tapi disiapkan apa yang mau disampaikan, saya ucapkan terima kasih, tolong membubarkan diri supaya tidak membuat keramaian demi ketertiban kita. Nanti disiapkan makanan dulu teman-teman, belum pada makan kan?" tanyanya.
"Sudah makan Pak," balas peserta aksi.
Lihat Juga :