Dicurangi saat Masuk Tentara, Tak Disangka Karier Prajurit Ini Melejit Jadi Jenderal TNI
Senin, 08 Agustus 2022 - 05:50 WIB
loading...
A
A
A
Budiman kemudian mengikuti Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa) Zeni di Amerika Serikat pada 1990. Prestasinya cukup gemilang, Budiman meraih juara dua dan hanya kalah dari tentara Israel yang berhasil meraih juara satu. Selesai sekolah, Budiman menduduki jabatan sebagai Komandan Batalyon (Danyon) Zeni Tempur (Zipur) 10 Kostrad yang berkualifikasi para (Lintas Udara).
Kecerdasan dan lolyalitasnya dalam bekerja membuat Budiman diangkat menjadi Sekretaris Pribadi (Sespri) Wakasad Letjen TNI Subagyo HS. Begitu juga saat Subagyo HS diangkat menjadi KSAD, Budiman tetap dipercaya menjadi Sespri. Pada 1991, Kolonel Budiman kemudian mendapat promosi menjadi Komandan Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi).
![Dicurangi saat Masuk Tentara, Tak Disangka Karier Prajurit Ini Melejit Jadi Jenderal TNI]()
Sertijab Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Foto/istimewa
Saat menjabat sebagai Danpusdikzi itulah, Budiman mendapat jawaban atas misteri yang selama ini dicarinya. Saat itu, salah seorang senior datang dan meminta maaf. ”Pada saat menjabat Danpusdikzi dengan pangkat Kolonel, seorang pernah menyampaikan permohonan maaf kepada saya. Beliau mengakui bahwa sebetulnya Budiman bukanlah Corps Infanteri. Namun karena kecurangannya akhirnya diberikan Corps Zeni,” kata Budiman.
Tujuan senior tersebut memberikan Letnan Dua (Letda) Budiman Corps Zeni semata-mata agar Zeni memiliki Perwira Muda sehebat, secerdas dan sebaik Budiman. Senior tersebut berharap agar keberadaan Budiman dalam Corps Zeni dapat membantu dirinya.
Seiring perjalanan waktu, karier militer Budiman terus melejit. Dia kemudian dipercaya menjadi Danrem 061/Surya Kancana Kodam III Siliwangi. Baru beberapa tahun menjabat Danrem, Budiman diangkat menjadi Direktur Kebijakan Strategis (Dirjakstra) Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Ditjen Strahan) Kementerian Pertahanan dengan pangkat Brigjen TNI.
Pada 2008, bintang emas di pundaknya bertambah setelah diangkat menjadi Persira Staf Ahli Tk III Bidang Polkamnas Panglima TNI. Di tahun yang sama, Budiman dilantik menjadi Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres). Setelah dua tahun menjabat Sesmilpres, Budiman dimutasikan menjadi Pangdam IV/Diponegoro.
Baru lima bulan menjabat Pangdam IV/Diponegoro, Budiman diangkat menjadi Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Dankodiklat) TNI AD. Dengan jabatan barunya tersebut, pangkatnya naik menjadi Letjen TNI.
Karier militernya terus menanjak, Budiman kemudian diangkat menjadji Wakasad ke 25 dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemhan. Puncaknya, Budiman diangkat menjadi orang nomor satu di Angkatan Darat setelah diangkat menjadi KSAD ke-29 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Kecerdasan dan lolyalitasnya dalam bekerja membuat Budiman diangkat menjadi Sekretaris Pribadi (Sespri) Wakasad Letjen TNI Subagyo HS. Begitu juga saat Subagyo HS diangkat menjadi KSAD, Budiman tetap dipercaya menjadi Sespri. Pada 1991, Kolonel Budiman kemudian mendapat promosi menjadi Komandan Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi).

Sertijab Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Foto/istimewa
Saat menjabat sebagai Danpusdikzi itulah, Budiman mendapat jawaban atas misteri yang selama ini dicarinya. Saat itu, salah seorang senior datang dan meminta maaf. ”Pada saat menjabat Danpusdikzi dengan pangkat Kolonel, seorang pernah menyampaikan permohonan maaf kepada saya. Beliau mengakui bahwa sebetulnya Budiman bukanlah Corps Infanteri. Namun karena kecurangannya akhirnya diberikan Corps Zeni,” kata Budiman.
Tujuan senior tersebut memberikan Letnan Dua (Letda) Budiman Corps Zeni semata-mata agar Zeni memiliki Perwira Muda sehebat, secerdas dan sebaik Budiman. Senior tersebut berharap agar keberadaan Budiman dalam Corps Zeni dapat membantu dirinya.
Seiring perjalanan waktu, karier militer Budiman terus melejit. Dia kemudian dipercaya menjadi Danrem 061/Surya Kancana Kodam III Siliwangi. Baru beberapa tahun menjabat Danrem, Budiman diangkat menjadi Direktur Kebijakan Strategis (Dirjakstra) Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Ditjen Strahan) Kementerian Pertahanan dengan pangkat Brigjen TNI.
Pada 2008, bintang emas di pundaknya bertambah setelah diangkat menjadi Persira Staf Ahli Tk III Bidang Polkamnas Panglima TNI. Di tahun yang sama, Budiman dilantik menjadi Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres). Setelah dua tahun menjabat Sesmilpres, Budiman dimutasikan menjadi Pangdam IV/Diponegoro.
Baru lima bulan menjabat Pangdam IV/Diponegoro, Budiman diangkat menjadi Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Dankodiklat) TNI AD. Dengan jabatan barunya tersebut, pangkatnya naik menjadi Letjen TNI.
Karier militernya terus menanjak, Budiman kemudian diangkat menjadji Wakasad ke 25 dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemhan. Puncaknya, Budiman diangkat menjadi orang nomor satu di Angkatan Darat setelah diangkat menjadi KSAD ke-29 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
(cip)
Lihat Juga :