Kronologi Sementara Kasus Kematian Brigadir J, Versi Komnas HAM

Jum'at, 05 Agustus 2022 - 21:54 WIB
loading...
Kronologi Sementara...
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM ) Ahmad Taufan Damanik mengungkap pihaknya mengantongi kronologi sementara sebelum penembakan yang menewaskan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Taufan menyebut, dengan menggunakan seragam polisi, Ferdy Sambo terlihat mendatangi rumah pribadinya yang berada di Jalan Saguling, Duren Tiga bersama satu ajudannya, pada Jumat (8/7/2022) sekitar pukul 15.28 WIB.

Hal tersebut kata Taufan, didapatkan berdasarkan keterangan berbagai pihak yang telah Komnas HAM periksa dan CCTV atau kamera pengawas.

"Masuk itu pak Sambo dengan krunya tadi ke dalam rumah, dan menuju ruang istirahatnya. Kemudian 2 atau 4 menit masuklah rombongan ibu PC, di situ ada Bharada E, Yosua, ada ART dan beberapa orang mendampinginya," kata Ahmad Taufan Damanik, saat diskusi virtual, Jumat (5/8/2022).

Baca juga: Keluarga Brigadir J Sesalkan Narasi Pelecehan Seksual

Tak lama Sambo masuk ke rumahnya, sekitar pukul 15.30 WIB sang istri beserta para ajudan, termasuk Bharada E dan Brigadir J tiba di rumah pribadinya setelah melakukan perjalanan dari Magelang.

Lalu, kata Taufan, mereka melakukan tes PCR di halaman belakang rumah. Dalam rekaman CCTV terlihat mereka melakukan tes PCR satu persatu, termasuk Putri, Bharada E dan Brigadir J. Tes PCR selesai sekitar pukul 16.07 WIB.

"Kemudian 2 atau 4 menit (setelah kedatangan Sambo) masuklah rombongan ibu PC, di situ ada Bharada E, Yosua, ada ART dan beberapa orang mendampinginya. Dan orang-orang sedang bekerja di rumah itu, jadi mereka pada nurunin barang, Yosua dan Bharada E nurunin barang, mereka beres-beres, ibu PC PCR, jadi PCR di belakang rumah, di rumah pribadi," ucapnya.

Baca juga: Profil Kamarudin Simanjuntak, Pengacara Keluarga Brigadir J

Setelah melakukan tes PCR, Taufan menyebut bahwa pada pukul 16.31 WIB para ajudan termasuk Bharada E dan Brigadir J berkumpul bersama dalam keadaan santai. Pada saat itu juga, kata Taufan, Brigadir J menelpon kekasihnya.

"16.31 WIB (Vera) bertelpon ke Yosua, dia mendengar waktu Yosua menjawab itu ada suara orang tertawa-tertawa, jadi Yosua itu lagi kumpul-kumpul dengan temannya, biasa kan, sambil menunggu bosnya ini berkemas ke rumah dinas," ucapnya.

Setelah itu, pada pukul 17.01 WIB rombongan istri Ferdy Sambo meninggalkan rumah pribadi untuk menuju ke rumah dinas Sambo yang berjarak sekitar 700 meter.

"Kira-kira jam 17.01 WIB atau berapa, mereka naik ke mobil, kelihatan juga, menuju ke rumah dinas itu yang kita sebut sebagai TKP," katanya.

Tak lama, Ferdy Sambo nampak keluar dari rumah pribadi dan pergi berlain arah dengan rombongan istrinya. "Enggak berapa lama, berapa menit kemudian pak Sambo keluar juga menuju tempat lain," kata Taufan.

Namun, berdasarkan hasil CCTV, mobil Sambo kembali memutarbalik karena diduga mendapat telepon dari istrinya terkait peristiwa penembakan itu.

"Tetapi baru berapa menit dia berjalan, dalam CCTV itu berhenti, nah kemudian berbalik mobilnya itu, CCTV ga bisa menjelaskan apa-apa, tapi hanya keterangan penyidik yang menyatakan bahwa katanya dia menuju rumah dinas itu karena ditelepon oleh istrinya ada kejadian itu, itu versi dia," ucapnya.

Selanjutnya, istri Ferdy Sambo nampak pergi meninggalkan rumah dinas dan kembali ke rumah pribadi. Sampai di sana, kata Taufan, istri Kadiv Propam nonaktif itu terlihat menangis.

"Enggak berapa lama kelihatan lagi CCTV si ibu PC kembali lagi ke rumah pribadi, nampak wajahnya seperti menangis, didampingi ada satu dua orang yang di belakangnya," katanya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
RUU HAM Diyakini Perkuat...
RUU HAM Diyakini Perkuat Independensi Komnas HAM, Kembalikan sebagai Rumah Aktivis dan Pembela HAM
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ini Penjelasan Ditjen Pemasyarakatan
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ambil Magister Teologi
Yusril: Fungsi Pengawasan...
Yusril: Fungsi Pengawasan dan Penegakan Komnas HAM Tak Bisa Diambil Pemerintah
Kapolri Naikkan Pangkat...
Kapolri Naikkan Pangkat Brigadir Arya Supena yang Gugur Ditembak Maling di Lampung
Polisi di Lampung Gugur...
Polisi di Lampung Gugur Ditembak Pelaku Curanmor, Sahroni: Penghinaan Atas Institusi Negara, Wajib Hukum Maksimal!
Soal Penembakan di Papua,...
Soal Penembakan di Papua, Koops TNI: Dua Insiden Berbeda, Tidak Berkaitan
Rekomendasi
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Berita Terkini
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Infografis
Richard Eliezer Divonis...
Richard Eliezer Divonis 1,5 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Brigadir J
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved