Pengamat Sebut Puan Pegang Kunci untuk Diusung di Pilpres 2024

Rabu, 03 Agustus 2022 - 19:47 WIB
loading...
Pengamat Sebut Puan...
Puan Maharani dinilai memiliki kunci yang tak dimiliki sosok lain untuk diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Pilpres 2024. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Khoirul Umam menyebut Puan Maharani memiliki kunci yang tak dimiliki sosok lain untuk diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Pilpres 2024 . Ketua DPR itu satu-satunya yang memiliki kendali politik paling nyata di antara elite lain.

Khoirul Umam mengatakan, saat ini hanya tersisa waktu 1 tahun 3 bulan bagi semua parpol untuk menentukan figur capres-cawapres 2024. Sebab, pada Oktober 2023, KPU akan menetapkan siapa pasangan calon di Pilpres 2024.

Menurut Umam, fakta politik saat ini masih menunjukkan bahwa pemegang kunci koalisi tidak memiliki basis elektabilitas yang memadai. Sebaliknya, pemilik elektabilitas figur tidak memiliki kunci koalisi.



"Mbak Puan memang elektabilitasnya per hari ini belum memadai, tapi fakta menunjukkan bahwa Mbak Puan adalah satu-satunya pihak yang memiliki kendali politik paling real di antara elite-elite lain," kata Umam dalam webinar bertajuk 'Menakar Peluang Figur 3 Poros Utama Pilpres 2024', Rabu (3/8/2022).

Umam menjelaskan, Puan Maharani memiliki kunci langsung untuk menggerakkan arah koalisi, di mana PDIP adalah satu satunya partai yang bisa mengusung pasangan capres-cawapres sendiri tanpa harus koalisi karena memenuhi syarat presidential threshold 20%.

Di samping itu, lanjut Umam, hampir dapat dipastikan tak ada dinamika di internal PDIP jika sang ketua umum Megawati Soekarnoputri menentukan Puan Maharani capres atau cawapres. "Ini karena karakter kepemimpinan di PDIP itu mirib dengan model pendekatan kepemimpinan yang dulu di-introduce oleh Bung Karno, yakni demokrasi terpimpin," katanya.

Baca juga: Duet Puan-Ganjar Punya Peluang Besar, Pengamat: Apa PDIP Berani?

Direktur Eksekutif Indostrategic ini menjelaskan, dari karakter politik PDIP ini, arahnya akan menguatkan basis trah Soekarno. Dalam hal ini tentunya bukan hanya terkait kepentingan individu ataupun kepentingan keluarga tapi bagian dari selling point (nilai jual) PDIP yang memang memiliki basis pemilih loyal wong cilik dan Soekarnois.

"Maka kita bisa memahami ada jargon-jargon seperti ojo pedot oyote atau jangan patah akarnya. Siapa akarnya itu? Dalam konteks ini ya basis Soekarnoisme. Siapa yang mewarisi bais Soekarnoisme itu, dalam hal ini ya trah Soekarno. Meskipun secara ideologi tentu tetap semua kader PDIP memiliki kekuatan, kapasitas, dan pemahaman sama dalam konteks ajaran Soekarno," katanya.

Menurut Umam, pencalonan Puan Maharani dan kekuatan dalam pertarungan di Pilpres 2024 akan dilihat dari tiga hal. Pertama, penguasaan PDIP pada level teritorial. Dalam hal ini jumlah kepala daerah, di mana PDIP punya kepala daerah yang cukup besar.

Kedua, instrumen negara. Meski secara teoritik instrumen lembaga negara tak bisa dikendalikan kepentingan politik tertentu, tapi dalam konteks politik taktis tetap saja ada berpengaruh signifikan antara instrumen negara dengan kekuatan politik praktis.

"Ini yang menjadi pertaruhan besar. Ada 271 kepala daerah yang selesai masa jabatannya 2022-2023 dam Plt Kepala Daerah akan ditentukan Kemendagri. Siapa yang mempengaruhi itu akan menguasai jaringan basis pemilih di level wilayah itu. Dan PDIP potensial memiliki kekuatan besar di wilayah itu," katanya.

Faktor ketiga, Umam menjelaskan, posisi Puan sangat ditentukan bagaimana positioning putusan Megawati terkait pencapresan Ganjar Pranowo. Sebab, Puan dan Ganjar sangat membayangi akar politik PDIP.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Rekomendasi
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Berita Terkini
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Infografis
4 Presiden Termiskin...
4 Presiden Termiskin di Dunia, Sumbangkan 90% Gajinya untuk Kaum Susah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved