Program Pemuda Negarawan Upaya Hasilkan Pemimpin Muda Menuju Indonesia Emas

Selasa, 26 Juli 2022 - 09:14 WIB
loading...
Program Pemuda Negarawan...
Organisasi pemuda lintas agama dalam waktu dekat akan meluncurkan program Pemuda Negarawan Menuju Indonesia Emas 2045. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Organisasi pemuda lintas agama dalam waktu dekat akan meluncurkan program Pemuda Negarawan Menuju Indonesia Emas 2045 . Program ini sebagai wujud komitmen menghasilkan pemimpin-pemimpin muda yang berkomitmen kepada Pancasila serta nilai-nilai persatuan dan kemanusiaan.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto atau akrab di sapa cak Nanto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (26/7/2022). Baca juga: GP Ansor Sebut Jokowi memiliki Legacy Tegas Memberantas Radikalisme dan Terorisme

Cak Nanto menyampaikan kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi inspirasi untuk semua anak muda Indonesia. Jokowi berani dalam mengambil keputusan dan memiliki nilai-nilai negarawan sehingga mampu merangkul berbagai pihak termasuk lawan politiknya.

"Seperti yang kami sampaikan dalam diskusi publik hari Kamis pekan lalu, program ini akan menguatkan resonansi persatuan di antara pemuda lintas agama. Ke depannya akan ada beberapa program yang dibuat antara lain live in keagamaan, festival film pendek bertemakan toleransi, dan kegiatan-kegiatan lainnya," jelasnya.

Sebelumnya di ketahui, organisasi pemuda lintas agama mengadakan diskusi publik dengan topik 'Pemuda Bertanya: Apa Legacy Jokowi?' di Jakarta, Kamis 21 Juli 2022 pekan lalu.

Diskusi publik ini dihadiri oleh para Ketua Umum dan perwakilan, di antaranya Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto, Bendahara Umum PP Gerakan Pemuda Ansor Addin Jauharudin, Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma, Sekjen Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Samporno Sejati, dan Wakil Ketua Generasi Muda Mathlaúl Anwar (Gema MA) Uci Sulandari.

Hadir juga Ketua Umum Generasi Muda Khonghucu (Gemaku) Kris Tan, Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Masri Ikoni, Wakil Ketua Umum PP Generasi Muda Buddhis (Gemabudhi) Supriyanoto, dan Sekretaris Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat.

Dalam diskusi tersebut, Wakil Ketua Umum Gemabudhi, Supriyanoto mengatakan Jokowi menjadi inspirasi bagi generasi muda. Keberanian Jokowi melibatkan generasi muda di berbagai bidang menujukkan bahwa setiap orang punya kesempatan untuk memberikan perubahan terhadap bangsa.

Selain itu, kata dia, strategi menghadapi pandemi Covid-19 di masa pemerintahan Jokowi berhasil dan saat ini mulai bergerak ke arah perbaikan ekonomi secara nasional.

"Jokowi juga memberikan legacy bagi bangsa ini sebagai seorang warga negara yang tidak memiliki darah ningrat dan berasal dari masyarakat sipil, namun dapat terpilih sebagai Presiden dalam pemilihan langsung. Ke depan kita harus menyiapkan para pemimpin yang memiliki nilai-nilai kenegarawanan," lanjutnya.

Senada, Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma menyebut Jokowi telah meninggalkan legacy yang layak diakui semua warga Indonesia. Dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya, Jokowi adalah Bapak Indonesia Sentris. Presiden Jokowi ingin memberikan warisan Indonesia Sentris pada akhir pemerintahannya.

"Ia ingin memberikan pemerataan pembangunan dan pemerataan SDM bagi seluruh rakyat Indonesia. Segala sektor harus merata agar terwujud keadilan bagi anak bangsa," ujarnya.

Gusma memberi contoh perhatian Jokowi kepada wilayah Indonesia Timur sangat besar. Daerah pinggiran menjadi prioritas. Banyak daerah terluar yang tertinggal dan itu perlu dibangun agar ada pemerataan. Saat ini, pembangunan infrastruktur tidak lagi berorientasi Jawa sentris tetapi Indonesia sentris.Baca juga: Dukung Penguatan UMKM, Ketua Pemuda DPP Perindo: Saya Penikmat Starling

“Jadi legacy Jokowi adalah tidak boleh ada satu daerah di Indonesia yang tertinggal. Semua harus merasakan pembangunan infrastruktur dan pembangunan SDM. Maka semangat dan visi Jokowi ini harus dilanjutkan oleh generasi muda, sehingga kita dapat menjadi lima negara terbesar dunia di tahun 2045. Karena itu program Pemuda Negarawan Menuju Indonesia Emas 2045 kami canangkan," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Ayah Hadir, Indonesia...
Ayah Hadir, Indonesia Kuat: Melawan Fenomena Fatherless demi Generasi Emas 2045
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Pegadaian Raih Penghargaan...
Pegadaian Raih Penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry 2026 Berkat Kontribusi Nyata pada Asta Cita
Tutup Kaderisasi Nasional...
Tutup Kaderisasi Nasional 2026, Ansor Canangkan Cetak Biru Kepemimpinan Nasional
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
Rekomendasi
Ilmu Komunikasi UNPAM...
Ilmu Komunikasi UNPAM Gelar Webinar Strategi Portofolio dan LinkedIn bagi Mahasiswa
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Berita Terkini
Apresiasi Kejagung Tegas...
Apresiasi Kejagung Tegas Panggil Eks Jampidsus, Sahroni: Bukti Kejaksaan Tidak Main-main!
Program Magang Nasional,...
Program Magang Nasional, Strategi Pemerintah Tekan Angka Pengangguran
Febrie Adriansyah Hadir...
Febrie Adriansyah Hadir Diperiksa Kejagung, Kehadirannya Tak Tertangkap Awak Media
Eksepsi/Perlawanan Dokter...
Eksepsi/Perlawanan Dokter Tifa Dikabulkan Hakim: Bagaimana Nasib Perkara Ijazah Jokowi?
Kejagung Pastikan Proses...
Kejagung Pastikan Proses Etik Febrie Adriansyah Tunggu Perkara Pidana Inkrah
Dari Mimbar ke Layar,...
Dari Mimbar ke Layar, Ketika Algoritma Jadi Guru Agama
Infografis
Mengapa Pemimpin Gereja...
Mengapa Pemimpin Gereja Katolik Pope, di Indonesia Disebut Paus?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved