Prarekonstruksi di Rumah Kadiv Propam, Polri Hindari Spekulasi Kasus Penembakan Brigadir J
Minggu, 24 Juli 2022 - 00:05 WIB
loading...
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo meminta kepada seluruh pihak untuk tidak menyampaikan spekulasi-spekulasi terkait dengan kasus penembakan Brigadir J oleh Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo.
Dedi menekankan, proses prarekonstruksi kasus Brigadir J yang dilakukan di rumah dinas Kadiv Propam merupakan wujud komitmen untuk mencari fakta dengan pembuktian ilmiah.
”Jangan berspekulasi tentang luka, tentang benda ini benda itu, itu nanti expert yang menjelaskan,” kata Dedi usai proses prarekonstruksi rumah dinas Kadiv Propam, Jakarta Selatan, Sabtu (23/7/2022).
Menurut Dedi, seluruh pihak harus mampu menyeleksi dan menyaring segala informasi yang disampaikan terkait dengan kasus penembakan Brigadir J tersebut. Baca juga: Kabareskrim Sambangi Rumah Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo
”Saya minta kepada teman-teman media juga untuk bisa meluruskan berbagai macam spekulasi terkait informasi yang berkembang. Kalau teman-teman media mengkutip dari sumber-sumber yang bukan expert justru permasalahan akan lebih keruh,” ujarnya.
Dedi menekankan, proses prarekonstruksi kasus Brigadir J yang dilakukan di rumah dinas Kadiv Propam merupakan wujud komitmen untuk mencari fakta dengan pembuktian ilmiah.
”Jangan berspekulasi tentang luka, tentang benda ini benda itu, itu nanti expert yang menjelaskan,” kata Dedi usai proses prarekonstruksi rumah dinas Kadiv Propam, Jakarta Selatan, Sabtu (23/7/2022).
Menurut Dedi, seluruh pihak harus mampu menyeleksi dan menyaring segala informasi yang disampaikan terkait dengan kasus penembakan Brigadir J tersebut. Baca juga: Kabareskrim Sambangi Rumah Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo
”Saya minta kepada teman-teman media juga untuk bisa meluruskan berbagai macam spekulasi terkait informasi yang berkembang. Kalau teman-teman media mengkutip dari sumber-sumber yang bukan expert justru permasalahan akan lebih keruh,” ujarnya.
Lihat Juga :