Mencari Cawapres KIB dari Non Parpol yang Potensial Dampingi Airlangga
Jum'at, 22 Juli 2022 - 13:09 WIB
loading...
Peneliti SMRC Sirojuddin Abas mengatakan pemilihan cawapres KIB dari non parpol menjadi sangat penting, guna membantu mendongkrak elektabilitas Airlangga Hartarto nantinya. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Syarat calon presiden (capres ) Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) adalah kader dari partai politik (parpol). Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa.
Diketahui, KIB merupakan koalisi yang diprakarsai oleh tiga parpol, yakni Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan PPP. Baca juga: Akan Ada Parpol Gabung KIB, Golkar: Tidak Mengubah dan Mengganggu Irama Koalisi
Menanggapi hal tersebut, Peneliti SMRC Sirojuddin Abas menilai wajar apabila Golkar menyodorkan nama Airlangga Hartarto sebagai capres. Terlebih ini sudah diputuskan dalam forum resmi Golkar yakni dalam Rakernas dan Munas.
Menurut Sirajuddin, saat ini kesempatan emas untuk Airlangga untuk bekerja lebih baik. Tujuannya, supaya lebih dikenal dan disukai pemilih.
“Itulah dua syarat utama agar dia bisa meningkatkan elektabilitasnya,” ujar Sirojuddin, Jumat (22/7/2022)
Dia melanjutkan sedangkan untuk pemilihan calon wakil presiden (cawapres) menjadi sangat penting, guna membantu mendongkrak elektabilitas Airlangga nantinya. Menurutnya, ada beberapa nama potensial yang sudah beredar.
Misalnya kata dia, nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Diketahui, KIB merupakan koalisi yang diprakarsai oleh tiga parpol, yakni Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan PPP. Baca juga: Akan Ada Parpol Gabung KIB, Golkar: Tidak Mengubah dan Mengganggu Irama Koalisi
Menanggapi hal tersebut, Peneliti SMRC Sirojuddin Abas menilai wajar apabila Golkar menyodorkan nama Airlangga Hartarto sebagai capres. Terlebih ini sudah diputuskan dalam forum resmi Golkar yakni dalam Rakernas dan Munas.
Menurut Sirajuddin, saat ini kesempatan emas untuk Airlangga untuk bekerja lebih baik. Tujuannya, supaya lebih dikenal dan disukai pemilih.
“Itulah dua syarat utama agar dia bisa meningkatkan elektabilitasnya,” ujar Sirojuddin, Jumat (22/7/2022)
Dia melanjutkan sedangkan untuk pemilihan calon wakil presiden (cawapres) menjadi sangat penting, guna membantu mendongkrak elektabilitas Airlangga nantinya. Menurutnya, ada beberapa nama potensial yang sudah beredar.
Misalnya kata dia, nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Lihat Juga :