BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Hujan yang Berpotensi Picu Bencana

Minggu, 17 Juli 2022 - 15:35 WIB
loading...
BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Hujan yang Berpotensi Picu Bencana
BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai hujan yang berpotensi menimbulkan bencana. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sebagian besar wilayah di Indonesia mengalami kondisi hujan baik intensitas sedang maupun dengan intensitas tinggi. Kondisi ini pun menjadi pertanyaan masyarakat, sebab saat ini tengah musim kemarau.

Menjawab hal ini Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa kondisi hujan berpotensi akan mengguyur dalam kurun waktu 16-23 Juli 2022 hingga sepekan kedepan.

Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto mengatakan peristiwa ini masih aktifnya beberapa fenomena dinamika atmosfer skala global-regional yang cukup signifikan. Di antaranya, fenomena La Nina yang pada Juli.

Baca juga: 37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan

"Ini diidentifikasi masih cukup aktif dengan kategori lemah. Kondisi tersebut masih turut berpengaruh terhadap penyediaan uap air secara umum di atmosfer Indonesia," ungkap Guswanto Minggu (17/7/2022).

Selain La Nina, fenomena Dipole Mode di wilayah Samudra Hindia saat ini juga menunjukkan indeks yang cukup berpengaruh dalam memicu peningkatan curah hujan terutama di wilayah Indonesia bagian barat.

Baca juga: 2 Hari Diguyur Hujan Deras, Bandung Barat Diguncang 11 Bencana

Lanjutnya dalam skala regional, terdapat beberapa fenomena gelombang atmosfer yang aktif meningkatkan aktivitas konvektif dan pembentukan awan hujan, yaitu; MJO (Madden Jullian Oscillation), gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby yang terjadi pada periode yang sama.

"Adanya pola belokan angin dan daerah pertemuan serta perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di sekitar Sumatera bagian selatan dan di Jawa bagian barat juga mampu meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah tersebut didukung dengan anomali suhu muka laut positif yang dapat meningkatkan potensi uap air di atmosfer," paparnya.

Meskipun saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau, namun, karena adanya fenomena-fenomena atmosfer tersebut memicu terjadinya dinamika cuaca yang berdampak masih turunnya hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Berikut prediksi potensi hujan untuk periode sepekan ke depan:

Hujan dengan intensitas sedang-lebat berpotensi terjadi di wilayah:

1. Jawa Barat
2. Jawa Tengah
3. Kalimantan Tengah
4. Sulawesi Utara
5. Sulawesi Tengah
6. Maluku Utara
7. Maluku
8. Papua Barat
9. Papua

Sedangkan hujan dengan intensitas ringan - sedang berpotensi terjadi di wilayah:

1. Aceh
2. Jambi
3. Sumatera Selatan
4. Kep. Bangka Belitung
5. Lampung
6. Banten
7. DKI Jakarta
8. DI Yogyakarta
9. Jawa Timur
10. Kalimantan Barat
11. Kalimantan Utara
12. Kalimantan Timur
13. Kalimantan Selatan
14. Gorontalo
15. Sulawesi Barat
16. Sulawesi Tenggara
17. Sulawesi Selatan

Sementara itu untuk wilayah Jabodetabek masih perlu diwaspadai potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada siang-sore hari terutama di wilayah barat, timur, dan selatan.

Guswanto mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai terhadap kemungkinan adanya potensi hujan yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang.

Terkait musim kemarau, Guswanto pun mewanti-wanti agar masyarakat waspada terhadap dampak kekeringan. "Hemat dan gunakan air secara bijak. Supaya dampak kekeringan akibat kemarau bisa kita hadapi bersama," pungkasnya.
(cip)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1335 seconds (10.55#12.26)