Jokowi dan Megawati Jadi Penentu di Pilpres 2024
Sabtu, 16 Juli 2022 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Ia melanjutkan, Partai Nasdem juga salah satu game maker, karena sudah menyebut tiga nama yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Andika Perkasa dalam Rakernas, beberapa waktu lalu. Ketiga nama itu menjadi panggung publisitas figur yang bersangkutan sekaligus untuk Partai Nasdem karena tidak bisa mengajukan pasangan capres sendiri.
"Nasdem sendiri tidak bisa melaju dengan 59 kursi, apakah pada akhirnya duduk bareng dengan PKS 50 kursi dan Demokrat 54 kursi, ya plus minus 169 kursi, sebenarnya sudah bisa satu paket pasangan di poros," paparnya.
Namun, kata dia, lagi-lagi poros koalisi ini akan sangat dipengaruhi pernyataan politik dari PDIP, soal siapa yang kemudian akhirnya dimajukan.
Gun Gun menambahkan, poros PKB-Gerindra dengan 133 kursi juga berpotensi menjadi satu poros. Namun politik bukan matematika, meskipun jumlah kursi itu dapat menjadi satu pola, dan pola ini hanya hitungan-hitungan di atas kertas.
"Tapi bicara faktor penentu, faktor penentuan kembali pada pola dasar tahap pemunculan, siapa figur yang diusung, konstelasi internal dan eksternal parpol, dan legitimasi publik. Pada akhirnya akan ada di situ, apakah Pak Ganjar akan mengulang Pak Jokowi di 2014, ya akan kembali ke 3 faktor itu. Figurnya apakah kemudian ada masalah atau tidak," katanya.
"Nasdem sendiri tidak bisa melaju dengan 59 kursi, apakah pada akhirnya duduk bareng dengan PKS 50 kursi dan Demokrat 54 kursi, ya plus minus 169 kursi, sebenarnya sudah bisa satu paket pasangan di poros," paparnya.
Namun, kata dia, lagi-lagi poros koalisi ini akan sangat dipengaruhi pernyataan politik dari PDIP, soal siapa yang kemudian akhirnya dimajukan.
Gun Gun menambahkan, poros PKB-Gerindra dengan 133 kursi juga berpotensi menjadi satu poros. Namun politik bukan matematika, meskipun jumlah kursi itu dapat menjadi satu pola, dan pola ini hanya hitungan-hitungan di atas kertas.
"Tapi bicara faktor penentu, faktor penentuan kembali pada pola dasar tahap pemunculan, siapa figur yang diusung, konstelasi internal dan eksternal parpol, dan legitimasi publik. Pada akhirnya akan ada di situ, apakah Pak Ganjar akan mengulang Pak Jokowi di 2014, ya akan kembali ke 3 faktor itu. Figurnya apakah kemudian ada masalah atau tidak," katanya.
(abd)
Lihat Juga :