alexametrics

Limbah Padat B3 Berlebih, Begini Solusi dari KLHK

loading...
Limbah Padat B3 Berlebih, Begini Solusi dari KLHK
lukisan dari bahan limbah sawit dengan ukuran 4x12 meter di Jalan Mantri, Kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatera Utara. Foto/dok.SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) menjadi salah satu fokus program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Salah satu limbah berbahaya itu adalah Spent Bleaching Earth (SBE), yatu limbah padat B3 hasil proses penyulingan minyak sawit pada industri minyak goreng atau oleochemical.

Menurut data Aplikasi Pelaporan Kinerja Pengelolaan Limbah B3 KLHK (SIRAJA), limbah SBE yang dihasilkan selama tiga tahun terakhir terus meningkat. Pada 2017 tercatat 184.162 ton lalu meningkat menjadi 637.475 ton pada 2018 dan naik lagi menjadi 778.894 ton pada 2019.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3), KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, mengungkapkan, dari hasil penelitian, setiap 60 juta ton produksi minyak sawit menghasilkan 600 ribu ton limbah SBE.

“Peningkatan jumlah industri minyak nabati berdampak peningkatan jumlah limbah SBE sehingga akan menjadi masalah jika tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik,” kata Vivien dalam keterangan resmi yang diperoleh SINDOnews, Jumat (26/6/2020).



(Baca: Apindo dan 16 Asosiasi Usulkan FABA Dihapus dari Limbah B3)

Sayangnya, lanjut Vivien, jumlah limbah SBE tidak sebanding dengan jumlah perusahaan pengelola berizin. Saat ini baru ada 11 perusahaan resmi pengelola SBE dengan kapasitas total 116 ribu ton per tahun.



“Gap antara limbah yang dihasilkan dengan limbah yang dimanfaatkan menyebabkan banyak SBE dibuang ilegal antara lain secara open dumping sebagai media urug,” terangnya.

Guru Besar Bidang Pengelolaan Limbah Agroindiustri Universitas Lampung, Udin Hasanudin, memaparkan berbagai penelitian pada jurnal internasional upaya pemanfaatan limbah SBE dalam skala laboratorium. ”SBE sebagai limbah B3 sebenarnya masih memiliki berbagai manfaat,” katanya.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak