IPNU Beri Rapor Merah Pemerintah dalam Penanganan COVID-19

Jum'at, 26 Juni 2020 - 10:02 WIB
loading...
IPNU Beri Rapor Merah...
Ketua Umum PP IPNU memberikan rapor merah kepada pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung sejak awal Maret lalu. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menilai pemerintah gagal dalam penanganan pandemi COVID-19 . Ketua Umum PP IPNU Aswandi pun memberikan rapor merah kepada pemerintah dalam penanganan pandemi yang sudah berlangsung sejak awal Maret lalu ini.

Aswandijuga mengkritisi langkah pemerintah yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp168 miliar hanya untuk perlombaan video new normal. Menurutnya, anggaran sebesar itu seharusnya digunakan untuk kepentingan yang lebih mendesak, misalnya pengadaan alat kesehatan.

"Rp168 miliar jika dialihkan untuk membantu alat kesehatan atau rapid test bisa 2,6 juta pelajar atau santri yang dapat secara gratis. Hal ini pasti sangat membantu. Ini malah digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat. Ini bukti kebijakan anggaran yang sangat tidak tepat sasaran," katanya, Jumat (26/6/2020).(Baca juga: Rapid Test Mahal, IPNU Minta Pemerintah Fasilitasi Kesehatan di Pesantren )

Dikatakan Aswandi, pemerintah betul-betul mengambil kesempatan dalam kesempitan. "Di tengah masa pandemi yang mana banyak rakyat membutuhkan bantuan terutama sektor pendidikan, malah mengucurkan anggaran yang nggak sedikit ke kegiatan yang sangat salah kurang berfaedah," tuturnya.

Karena itu, PP IPNU meminta kepada pengurus wilayah dan kader se-Indonesia agar ikut mengawal 84 daerah yang memenangkan lomba video new normal. Dengan begitu bantuan miliaran rupiah tersebut dapat terealisasi dengan baik. "Terutama untuk sektor pendidikan pondok pesantren yang sangat merasakan dampak dari Covid-19 ini. IPNU juga secara resmi berikan rapor merah terhadap pemerintah yang dipimpin Presiden Joko Widodo," katanya.(Baca juga: IPNU Gelar Diskusi Panel Ahli )
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Sapi Kurban Banpres...
Sapi Kurban Banpres Prabowo Dibiayai APBN, Ulama NU Sebut Sah Menurut Fikih
Keresahan Warga NU Menguat,...
Keresahan Warga NU Menguat, Mubes DIY Desak PBNU Kembali ke Khittah
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Iduladha 1447 Hijriah,...
Iduladha 1447 Hijriah, PW ISNU Aceh Salurkan Hewan Kurban ke Tiga Kabupaten-Kota
Rekomendasi
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Berita Terkini
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Infografis
Houthi Yaman Bersumpah...
Houthi Yaman Bersumpah Beri Kejutan Militer di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved