Lulusan Terbaik AAU, Sekbang, dan Seskoau, Anak Petani Ini Dilantik Jadi Dankosek III

Kamis, 07 Juli 2022 - 18:14 WIB
loading...
Lulusan Terbaik AAU,...
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa melantik Marsma TNI Wastum sebagai Dankosek III Koopsud III TNI AU di Biak, Papua. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa melantik Marsekal Pertama (Marsma) TNI Wastum sebagai Komandan Komando Sektor (Dankosek) III Koopsud III TNI AU di Biak, Papua.

Pria kelahiran Cirebon, 7 Agustus 1974 ini tidak menyangka jika dirinya akan menjadi tentara Angkatan Udara (AU) khususnya penerbang pesawat tempur F-16 buatan Amerika Serikat tersebut.

”Saya sebenarnya cita-cita dari kecil memang ingin jadi tentara. Cuma memang saya tidak tahu, mau jadi tentara apa karena yang ada di kampung kami Angkatan Darat. Bagi saya tentara itu adalah sosok tentara idaman,” ujarnya di akun YouTube milik Panglima TNI dikutip SINDOnews, Kamis (7/7/2022).

Baca juga: Mutasi TNI, 39 Kolonel dari AD, AL, dan AU Pecah Bintang

Wastum menuturkan, semangatnya ingin menjadi tentara karena seringkali melihat Babinsa dan Danramil di kampungnya di Desa Ujung Gebang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. “Danramil itu saya lihat kalau 17 Agustus saja, berdiri di samping Pa Camat. Saya dengan gegap gempita pakai baju pramuka mengibarkan bendera. Hanya lihat itu tentara sehingga saya ingin sekali menjadi tentara,” ucapnya.

Berangkat dari tekad yang kuat tersebut, Wastum akhirnya berhasil masuk ke SMA Taruna Nusantara. Dari sinilah Wastum mulai mengenal Tentara Nasional Indonesia (TNI) terdiri dari tiga matra yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU). Lulus dari SMA Taruna Nusantara, Wastum melanjutkan pendidikannya di Akademi Angkatan Udara (AAU).

Baca juga: Profil Marsda TNI Minggit Tribowo, Penerbang Pesawat Tempur yang Jadi Danseskoau

Setelah menempuh pendidikan selama empat tahun, Wastum akhirnya lulus dengan hasil sangat memuaskan. Wastum menyandang predikat lulusan terbaik AAU 1996 dan meraih Adhi Makayasa.

”Tidak ada bayangan saya untuk menjadi penerbang tempur. Saya dulu milihnya adalah Paskhas (sekarang Kopasgat) karena saya tahunya itu. Tapi begitu saya lulus menjadi yang terbaik. Alhamdulillah menjadi yang terbaik. Arah hidup saya berubah. Orang mengarahkan saya kamu yang terbaik. Kamu bisa menjadi penerbang. Kamu coba menjadi penerbang tempur. Akhirnya saya tes, dan saya lulus. Alhamdulillah,” katanya.

Wastum pun mulai mengawaki pesawat tempur T50-i Golden Eagle buatan Korea Selatan. Bahkan, pada peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI pada 2014 lalu, Wastum yang juga menyabet lulusan terbaik Sekolah Penerbang (Sekkbang) TNI AU yang saat titu berpangkat Letkol Pnb mengawaki pesawat tempur F-16 memimpin 32 pesawat tempur melakukan fly pass di atas Istana Merdeka, Jakarta.

Lulusan Terbaik AAU, Sekbang, dan Seskoau, Anak Petani Ini Dilantik Jadi Dankosek III


”Saya dulunya hanya pilihan saya sebagai penerbang helikopter. Saya ingin menjadi penerbang helicopter karna tidak sanggup untuk terbang tempur karena apa? Karena tangan saya kasar. Saya itu pecangkul ulung,” tuturnya.

Selama ini, sambung Wastum, dirinya hanya membantu orang tuanya mencangkul di sawah, menyiapkan ladang untuk bertani. Apalagi dirinya merupakan anak lelaki satu-satunya di keluarga. Bahkan, aktivitas kesehariannya itu dilakukan hingga dirinya mengikuti pendidikan di AAU.

“Latar belakang itu saya tidak memilih penerbang tempur. Tapi nasib tidak ada yang tahu, begitu ada pemilihan dari bakat saya, dari terbang saya, nilai saya, saya masuk menjadi penerbang tempur dan itu penerbang F-16 pula. Waktu itu F-16 merupakan yang tertinggi sebelum ada Sukhoi,” ucapnya.

Intercept Pesawat Amerika Serikat

Selama mengawaki pesawat tempur F-16, lulusan terbaik Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan 48 pada 2011 ini pernah mengintercept pesawat C5 Galaxy milik Amerika Serikat saat hendak menuju ke Diego Garcia yang ada di Samudera Hindia.

“Mereka harusnya lewat Laut China Selatan. Karena di sana ada badai dia masuk ALKI II. Ini kita harus intercept kalau dia tidak ada woro-woro. Kita lakukan setelah pulang kantor. Dari Kosek II Makassar minta F-16 persiapan karena ada pesawat masuk wilayah kita. Oke kita persiapan, dua pesawat terbang, intercept ke sana,” kata Wastum.

Dengan kecepatan optimum yakni, poin 9,8 pesawat yang diawaki Marsma TNI Wastum mengejar pesawat Amerika tersebut hingga ketinggian 36.000 kaki. “Kita intercept dari Madiun, kenanya di Selat Makassar. Kita komunikasi dengan dia. Dan Amazing pilotnya perempuan. Itu pesawat segitu besar C5 Galaxy kan gede banget. Itu pilotnya perempuan. Dengan sopannya dia menjelaskan alasannya masuk wilayah udara Indonesia. Akhirnya kita lapor ke Komando atas,” katanya.

Saat itu dirinya diperintah untuk mengawal pesawat tersebut agar tidak masuk ke main island yakni Jawa. Meskipun itu merupakan jalur terdekat untuk sampai ke tempat tujuan Diego Garcia. ”Dari Selat Makssar itu kalau mau ke Diego Gracia paling enak lewat Jakarta. Kita kan tidak boleh. Lalu kita bayangi sampai atas, lewat Selat Malaka baru turun lagi. Itu jauh,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Profil Brigjen Muhammad...
Profil Brigjen Muhammad Nas, Ahli Intelijen yang Diangkat Jadi Kapuspen TNI
Panglima TNI Berangkatkan...
Panglima TNI Berangkatkan Satgas TNI Konga UNIFIL TA 2026 ke Lebanon Selatan
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pimpin Sertijab 4 Perwira Tinggi, Kapusdalops hingga Kapuspen TNI
Wacana Prabowo Beri...
Wacana Prabowo Beri Penghargaan Bintang Mahaputera ke Kapolri dan Panglima TNI Bentuk Apresiasi Negara
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Jadi Senjata Canggih...
Jadi Senjata Canggih Baru Indonesia, Ini Kehebatan Rudal Meteor
Tongkat Komando Lanud...
Tongkat Komando Lanud Manuhua Biak Beralih ke Kolonel Rohmat Kusmayadi
Rekomendasi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke BWF World Championships 2026
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved