Lawan Radikalisme, DPR Dorong Masyarakat Lakukan Kontra Narasi di Media Sosial
Kamis, 23 Juni 2022 - 23:18 WIB
loading...
anggota Komisi I DPR RI Taufiq R Abdulah
A
A
A
JAKARTA - Penyebaran paham dan ideologi radikal masih menjadi suatu ancaman yang serius bagi bangsa Indonesia. Perkembangan sosial media yang semakin masif menjadi satu kesempatan bagi kelompok-kelompok radikal dalam menyebarluaskan paham dan ideologi mereka.
Hal itu disampaikan anggota Komisi I DPR RI Taufiq R Abdulah dalam webinar yang diselenggarakan dirjen APTIKA RI. Taufiq mengingatkan kelompok-kelompok radikal sangat aktif mengampanyekan paham-paham radikal melalui media social. Bahkan, mereka melakukan rekrutmen melalui media sosial. Untuk mencegah penyebaran paham radikal, Taufiq mendorong peran serta civil society melakukan kontra narasi di sosial media. Upaya itu penting demi menjaga generasi milenial dari paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.
"Perkembangan media sosial harus kita ambil manfaatnya untuk merekatkan persatuan dan kesatuan anak bangsa. Jangan justru sebaliknya menjadi ruang yang subur bagi penyebaran paham yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI. Kita semua harus aktif menjadi agen yang menyebarkan kontra narasi radikalisme, menyebarkan hal hal positif yang dapat mempererat keutuhan, persatuan dan kesatuan Indonesia," tuturnya, Kamis (23/6/2022).
Baca juga: Libatkan Santri dalam Lawan Narasi Radikalisme, Langkah BNPT Diapresiasi
Pengurus Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makmun Rasyid mendorong masyarakat untuk melakukan sinergitas dengan pemerintah dalam memerangi penyebaran ideologi radikalisme.
Hal itu disampaikan anggota Komisi I DPR RI Taufiq R Abdulah dalam webinar yang diselenggarakan dirjen APTIKA RI. Taufiq mengingatkan kelompok-kelompok radikal sangat aktif mengampanyekan paham-paham radikal melalui media social. Bahkan, mereka melakukan rekrutmen melalui media sosial. Untuk mencegah penyebaran paham radikal, Taufiq mendorong peran serta civil society melakukan kontra narasi di sosial media. Upaya itu penting demi menjaga generasi milenial dari paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.
"Perkembangan media sosial harus kita ambil manfaatnya untuk merekatkan persatuan dan kesatuan anak bangsa. Jangan justru sebaliknya menjadi ruang yang subur bagi penyebaran paham yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI. Kita semua harus aktif menjadi agen yang menyebarkan kontra narasi radikalisme, menyebarkan hal hal positif yang dapat mempererat keutuhan, persatuan dan kesatuan Indonesia," tuturnya, Kamis (23/6/2022).
Baca juga: Libatkan Santri dalam Lawan Narasi Radikalisme, Langkah BNPT Diapresiasi
Pengurus Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makmun Rasyid mendorong masyarakat untuk melakukan sinergitas dengan pemerintah dalam memerangi penyebaran ideologi radikalisme.
Lihat Juga :