Mensos Ungkap Alasan Lambannya Penyaluran Bansos Tunai

Rabu, 24 Juni 2020 - 15:31 WIB
loading...
Mensos Ungkap Alasan...
Mensos Juliary P Batubara mengungkap sejumlah kendala, yang dialami di daerah dalam penyaluran bansos tunai sehingga, penyalurannya lambat dari waktunya. Foto/SINDOnews/Asep Juhariyono
A A A
JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Juliary P Batubara mengungkap sejumlah kendala, yang dialami di daerah dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) tunai sehingga, penyalurannya lambat dari waktu yang telah ditentukan.

(Baca juga: Terus Bertambah, 724 WNI di Luar Negeri Sembuh dari Covid-19)

Hal ini dikatakan Juliary dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR tentang Pertanggungjawaban Anggaran 2020 dan Pembahasan RKA Kemensos 2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

(Baca juga: Biaya Tes Covid-19 Dikeluhkan Masyarakat, Ini Solusinya)

Menurutnya, kendala tersebut di antaranya, kesiapan data penerima di daerah dan warga yang berdesak-desakan dan tidak mematuhi protokol kesehatan saat pengambilan di Kantor Pos yang viral di berbagai media.

"Bansos tunai masuk tahap kedua, target 9 juta KK belum full tercapai. Tahap pertama kurang sedikit dengan 8 juta KPM (keluarga penerima manfaat) dengan anggaran yang tersalurkan Rp4,75 triliun dan tahap 2 dengan anggaran yang tersalurkan Rp4,19 triliun. Di sisa tahap kedua ini dan nanti tahap ketiga seluruh target itu harus kita sapu," kata Juliary.

Juliary mengungkapkan sejumlah kendala lain yang dialami Kemensos. Di antaranya, masih banyak daerah yang belum memenuhi kuota. Ternyata, tidak mudah bagi daerah untuk bisa memberikan data lebih cepat kepada Kemensos untuk disalurkan bansos tunainya. Ada juga daerah yang minta ditunda penyalurannya karena mungkin berkaitan dengan program bansos lainnya yang diberikan di daerah tersebut.

"Kendala lainnya daerah remote, istilah PT Pos daerah kluster III, daerah 3T (terluar, tedepan, terpencil) atau remote area pencairannya akan langsung 3 tahap. Karena kasihan mereka harus nyeberang dulu, kasihan separuhnya habis di ongkos. Jadi langsung dihantem 3 aja, kasihan wilayah-wilayah terpencil ini luar biasa medannya," terangnya.

Kemudian, politikus PDIP ini mengaku Kemensos sudah beberapa kali mendapatkan komplain karena warga berdesak-desakan sata proses pengambilan di Kantor Pos sehingga, pengambilan bansos ini diminta untuk memenuhi protokol kesehatan Covid-19.

Jadi kalau istilahnya itu agar tidak kemruyung atau berdesak-desakan antri di loket. Karena itu, Juliary melanjutkan, Kemensos melakukan beberapa hal untuk menyiasati kendala tersebut. Misalnya, Kemensos meminta layanan di Kantor Pos diperpanjang sampai jam 10 malam sehingga, warga tidak perlu dating pagi atau siang hari.

Sayangnya kata Juliary, sulit karena banyak warga yang dating di pagi dan siang hari dengan alasan bisa langsung dibelanjakan uangnya. "Jadi enggak mungkin juga sudah datang kita usir. Di luar Kantor Pos menggunakan balai desa, keluarahan, kantor kecamatan dengan petugas dari PT Pos," ujar Juliary.

Selain itu, mantan Anggota DPR ini menambahkan, Kemensos juga menyiasati dengan mengalihkan kuota di suatu daerah yang datanya belum siap, ke daerah lain yang sudah lebih siap. Sehingga, penyaluran tidak terlalu lama.

"Kalau terlalu lama mereka tidak kirimkan data, kita kasih ke daerah lain yang siap. Presiden beberapa kali menegur saya karena realisasi agak lambat," tandasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Kemensos Lelang Emas...
Kemensos Lelang Emas Hadiah Tak Tertebak Senilai Rp10 Miliar, Hasilnya untuk Bantu Keluarga Rentan
Investigasi Pengadaan...
Investigasi Pengadaan Sepatu dan Perlengkapan Sekolah Rakyat, Wamensos: Minggu Depan Harus Sudah Clear!
49 Pendamping PKH Diberhentikan...
49 Pendamping PKH Diberhentikan Akibat Pelanggaran Penyaluran Bansos
Harga Sepatu Sekolah...
Harga Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Gus Ipul: Kami Tak Intervensi
Cetak Lulusan Berkualitas,...
Cetak Lulusan Berkualitas, Sekolah Rakyat Jajaki Kolaborasi Nasional dan Internasional
46.000 Siswa Tahun Ini...
46.000 Siswa Tahun Ini Ditampung di Sekolah Rakyat
Mensos Salurkan Rp205...
Mensos Salurkan Rp205 M Santunan Korban Bencana Aceh Tamiang, Warga Teriak Hidup Presiden Prabowo!
Rekomendasi
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Belanda Pesta Gol, Swedia...
Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Berita Terkini
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved