GP Ansor Tolak Manuver Politik untuk Kepentingan Jangka Pendek
Selasa, 14 Juni 2022 - 20:17 WIB
loading...
Sekjen GP Ansor Adung A Rochman (kiri) dan Wakil Sekjen GP Ansor Aunullah Ala Habib (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/11/2019). FOTO/DOK.SINDOnews/EKO PURWANTO
A
A
A
JAKARTA - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda ( GP) Ansor merespons maraknya broadcast tentang undangan deklarasi Ikatan Alumni GP Ansor di Surabaya, Jumat (17/6/2022) mendatang. GP Ansor menolak segala bentuk manuver politik dengan mengatasnamakan kepentingan bangsa, tapi sesungguhnya dilatarbelakangi oleh tujuan-tujuan politik jangka pendek.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP GP Ansor Abdul Rochman menegaskan bahwa GP Ansor yang merupakan organisasi pemuda di bawah Nahdlatul Ulama (NU) yang tidak mengenal istilah Ikatan Alumni (IKA). Sebab, purna kaderisasi di GP Ansor adalah pengabdian kepada jam'iyyah NU, bangsa, dan negara.
"GP Ansor telah memiliki peraturan maupun struktur organisasi yang jelas dan resmi. Istilah ikatan alumni itu sama sekali tak dikenal di organisasi GP Ansor. Sehingga, penggunaan istilah dengan membawa-bawa nama GP Ansor jelas sangat tidak tepat," ujar Adung dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/6/2022).
Baca juga: Dukungan GP Ansor Menguatkan Erick Thohir Menuju Capres 2024
Dalam broadcast tersebut, penggagas menyatakan munculnya deklarasi Ikatan Alumni GP Ansor dilatarbelakangi adanya sinyalemen pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang tidak lagi berpihak pada kepentingan rakyat. Negara saat ini dinilai sudah dikuasai kepentingan oligarki.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP GP Ansor Abdul Rochman menegaskan bahwa GP Ansor yang merupakan organisasi pemuda di bawah Nahdlatul Ulama (NU) yang tidak mengenal istilah Ikatan Alumni (IKA). Sebab, purna kaderisasi di GP Ansor adalah pengabdian kepada jam'iyyah NU, bangsa, dan negara.
"GP Ansor telah memiliki peraturan maupun struktur organisasi yang jelas dan resmi. Istilah ikatan alumni itu sama sekali tak dikenal di organisasi GP Ansor. Sehingga, penggunaan istilah dengan membawa-bawa nama GP Ansor jelas sangat tidak tepat," ujar Adung dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/6/2022).
Baca juga: Dukungan GP Ansor Menguatkan Erick Thohir Menuju Capres 2024
Dalam broadcast tersebut, penggagas menyatakan munculnya deklarasi Ikatan Alumni GP Ansor dilatarbelakangi adanya sinyalemen pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang tidak lagi berpihak pada kepentingan rakyat. Negara saat ini dinilai sudah dikuasai kepentingan oligarki.
Lihat Juga :