Proses Imigrasi Jamaah Haji di Bandara Madinah Ditarget Maksimal 2 Jam
Senin, 06 Juni 2022 - 20:19 WIB
loading...
Intensitas kedatangan jamaah haji di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Azis Madinah terus mengalami peningkatan tajam dalam beberapa hari terakhir. FOTO/MPI/ABDUL HAKIM
A
A
A
JAKARTA - Intensitas kedatangan jamaah haji di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Azis Madinah terus mengalami peningkatan tajam dalam beberapa hari terakhir. Selain dari Indonesia, sejumlah jamaah negara lain juga sudah tampak seperti dari Malaysia, India, Pakistan, dan Tajikistan.
Semakin membeludaknya jumlah jamaah haji ini berpotensi menyebabkan layanan di bandara melambat. Jika ini terjadi tentu akan membuat jamaah kurang nyaman dan berpotensi mengganggu kesehatannya.
Untuk mengantisipasi hal ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus berkoordinasi dengan otoritas bandara agar layanan kepada jamaah utamanya terkait keimigrasian tidak menjadi lama.
"Target kita layanan imigrasi maksimal 2 jam. Alhamdulillah dari kloter awal hingga saat ini layanan rata-rata hanya dua jam, bahkan untuk di terminal zero (bawah) hanya satu setengah jam karena jamaah langsung naik bus tanpa masuk paviliun," kata Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi Haryanto, Senin (6/6/2022).
Haryanto menilai, layanan di bandara selama dua jam menjadi hal yang wajar. Meski demikian, dia berharap waktu layanan ini bisa diperpendek lagi agar fisik dan pikiran jamaah tak terkuras. Untuk mengurangi waktu proses keimigrasian, pemerintah Indonesia telah melakukan kerja sama dengan Saudi lewat fasilitas fastrack. Layanan ini berupa pemeriksaan keimigrasian yang seluruhnya dilakukan di bandara tempat pemberangkatan jamaah.
Namun layanan ini belum sepenuhnya bisa terlaksana. Pada 2022 ini, layanan khusus ini hanya bisa dinikmati sebagian jamaah asal Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) dan Jakarta Bekasi (BKS). Dengan layanan ini, jamaah haji hanya cukup membutuhkan waktu sekitar 30 menit di bandara.
Semakin membeludaknya jumlah jamaah haji ini berpotensi menyebabkan layanan di bandara melambat. Jika ini terjadi tentu akan membuat jamaah kurang nyaman dan berpotensi mengganggu kesehatannya.
Untuk mengantisipasi hal ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus berkoordinasi dengan otoritas bandara agar layanan kepada jamaah utamanya terkait keimigrasian tidak menjadi lama.
"Target kita layanan imigrasi maksimal 2 jam. Alhamdulillah dari kloter awal hingga saat ini layanan rata-rata hanya dua jam, bahkan untuk di terminal zero (bawah) hanya satu setengah jam karena jamaah langsung naik bus tanpa masuk paviliun," kata Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi Haryanto, Senin (6/6/2022).
Haryanto menilai, layanan di bandara selama dua jam menjadi hal yang wajar. Meski demikian, dia berharap waktu layanan ini bisa diperpendek lagi agar fisik dan pikiran jamaah tak terkuras. Untuk mengurangi waktu proses keimigrasian, pemerintah Indonesia telah melakukan kerja sama dengan Saudi lewat fasilitas fastrack. Layanan ini berupa pemeriksaan keimigrasian yang seluruhnya dilakukan di bandara tempat pemberangkatan jamaah.
Namun layanan ini belum sepenuhnya bisa terlaksana. Pada 2022 ini, layanan khusus ini hanya bisa dinikmati sebagian jamaah asal Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) dan Jakarta Bekasi (BKS). Dengan layanan ini, jamaah haji hanya cukup membutuhkan waktu sekitar 30 menit di bandara.
Lihat Juga :