Fadli Zon Sebut Diplomasi Singapura Belepotan seperti Banana Republic
Kamis, 26 Mei 2022 - 08:07 WIB
loading...
A
A
A
"Selain tak demokratis, sikap Singapura jauh dari spirit ASEAN. Ini juga berarti Indonesia semakin dipandang sebelah mata dan semakin tak berwibawa di ASEAN," ujar Fadli Zon.
Baca juga: Para Tokoh Muslim Singapura Dukung Pemerintah Larang Masuk UAS
Sebelumnya, Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam, menyatakan bahwa negaranya tidak akan membiarkan orang seperti UAS punya kesempatan mendapatkan pengikut lokal atau terlibat dalam aktivitas yang mengancam keamanan dan keharmonisan warganya.
"Posisi kami sangat sederhana. Orang seperti dia, kami tak akan membiarkan mereka masuk," katanya dikutip The Straits Times, Selasa (24/5/2022).
Menurut Shanmugam, UAS telah berada dalam radar otoritas negara itu selama beberapa waktu. Hal itu dilakukan setelah terungkap bahwa beberapa orang yang diselidiki karena radikalisasi telah menonton video dan mengikuti khotbahnya.
Di antara mereka adalah seorang anak berusia 17 tahun yang ditahan di bawah Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri pada Januari 2020. Remaja itu telah menonton ceramah UAS tentang bom bunuh diri di YouTube dan meyakini jika pelaku bom bunun diri adalah martir.
"Khotbah Somad memiliki konsekuensi dunia nyata," katanya kepada wartawan di kantor pusat Kementerian Dalam Negeri (MHA) Singapura seperti dikutip dari Strait Times, Selasa (24/5/2022).
Baca juga: Para Tokoh Muslim Singapura Dukung Pemerintah Larang Masuk UAS
Sebelumnya, Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam, menyatakan bahwa negaranya tidak akan membiarkan orang seperti UAS punya kesempatan mendapatkan pengikut lokal atau terlibat dalam aktivitas yang mengancam keamanan dan keharmonisan warganya.
"Posisi kami sangat sederhana. Orang seperti dia, kami tak akan membiarkan mereka masuk," katanya dikutip The Straits Times, Selasa (24/5/2022).
Menurut Shanmugam, UAS telah berada dalam radar otoritas negara itu selama beberapa waktu. Hal itu dilakukan setelah terungkap bahwa beberapa orang yang diselidiki karena radikalisasi telah menonton video dan mengikuti khotbahnya.
Di antara mereka adalah seorang anak berusia 17 tahun yang ditahan di bawah Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri pada Januari 2020. Remaja itu telah menonton ceramah UAS tentang bom bunuh diri di YouTube dan meyakini jika pelaku bom bunun diri adalah martir.
"Khotbah Somad memiliki konsekuensi dunia nyata," katanya kepada wartawan di kantor pusat Kementerian Dalam Negeri (MHA) Singapura seperti dikutip dari Strait Times, Selasa (24/5/2022).
Lihat Juga :