Profil Achmad Yurianto, Jubir Covid-19 yang Pernah Jadi Tukang Foto
Sabtu, 21 Mei 2022 - 20:21 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2016, dia dipercaya menjabat sebagai Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Pria kelahiran Malang ini juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan pada 2019 hingga 2020.
Achmad Yurianto juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes di tahun 2020. Usai menjabat sebagai Jubir Covid-19, Achmad Yurianto menjabat sebagai Staf Ahli Menkes Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi dan Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.
Achmad Yurianto ternyata pernah mencari rezeki lewat fotografi saat masih di bangku kuliah. Bahkan, fotonya pernah ditawar tinggi oleh orang.
"Sebenarnya gak gemar sih, ya cari rezeki di situ. Foto, jual," ujar Yuri dalam podcast 'Purna Tugas Jubir Covid-19' melalui kanal media sosial Kementerian Kesehatan, Jumat (24/7/2020).
Dia mengatakan fotografi ada pasarnya. Ia mengambil foto landscape hingga portrait. "Ada pasar. Jadi ada yang sudah landscape, ada momen portrait. Kalau landscape banyak di panorama, kemudian kalau portrait lebih banyak pada ekspresi pada orang. Atau pada komposisi yang menarik pada sudut yang kecil," jelasnya.
Ia pun ditanya kenapa tidak mencari pekerjaan lain untuk menghasilkan uang? "Kan kita bisa mengerjakannya dengan cara apa saja, dari tempat mana saja. Sehari 24 jam itu banyak," tutur Yuri.
Achmad Yurianto juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes di tahun 2020. Usai menjabat sebagai Jubir Covid-19, Achmad Yurianto menjabat sebagai Staf Ahli Menkes Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi dan Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.
Achmad Yurianto ternyata pernah mencari rezeki lewat fotografi saat masih di bangku kuliah. Bahkan, fotonya pernah ditawar tinggi oleh orang.
"Sebenarnya gak gemar sih, ya cari rezeki di situ. Foto, jual," ujar Yuri dalam podcast 'Purna Tugas Jubir Covid-19' melalui kanal media sosial Kementerian Kesehatan, Jumat (24/7/2020).
Dia mengatakan fotografi ada pasarnya. Ia mengambil foto landscape hingga portrait. "Ada pasar. Jadi ada yang sudah landscape, ada momen portrait. Kalau landscape banyak di panorama, kemudian kalau portrait lebih banyak pada ekspresi pada orang. Atau pada komposisi yang menarik pada sudut yang kecil," jelasnya.
Ia pun ditanya kenapa tidak mencari pekerjaan lain untuk menghasilkan uang? "Kan kita bisa mengerjakannya dengan cara apa saja, dari tempat mana saja. Sehari 24 jam itu banyak," tutur Yuri.
Lihat Juga :