Ahli Infeksi Ingatkan Tujuh Tanda Bahaya DBD saat Pandemi Corona

Senin, 22 Juni 2020 - 14:09 WIB
loading...
Ahli Infeksi Ingatkan...
Ahli Infeksi dan Pediatri Tropik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Mulya Rahma Karyanti mengatakan, gejala DBD dan COVID-19 berbeda. FOTO/ILUSTRASI/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ahli Infeksi dan Pediatri Tropik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Mulya Rahma Karyanti mengingatkan tujuh tanda bahaya demam berdarah dengue (DBD) di tengah pandemi virus corona COVID-19. Menurutnya, meski penyebarannya sama-sama berasal dari virus, tapi virus DBD ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang disertai dengan keluhan berbeda.

"Jadi kalau untuk kasus DBD , perjalanannya memang satu minggu, penyebabnya virus, virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ya penularannya," katanya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 , Graha BNPB, Jakarta (22/6/2020).

Karyanti mengingatkan masyarakat bahwa gejala DBD dan COVID-19 berbeda. "Pada DBD memang gejala bisa saja terjadi tapi 10-15%, kecil presentasi. Dan tidak sesak tidak distress. Tidak seperti Covid, kan lebih ke sistem napas atas yang keluhannya. Tapi ini lebih demam dan perdarahan kulit yang harus diwaspadai. Dan apapun seperti mimisan, gusi berdarah atau memar itu harus diwaspadai," katanya. (Baca juga: Kemenkes Ingatkan Potensi Ancaman Ganda Kasus DBD dan Virus Corona )

Selain itu, DBD biasanya keluhannya demam tinggi mendadak kadang disertai dengan muka merah dan nyeri kepala, nyeri di belakang mata, muntah-muntah dan biasanya bisa disertai dengan perdarahan. “Itu yang tidak ada pada Covid. Perdarahan spontan, mimisan, gusi berdarah atau timbul bintik-bintik merah di kulit bisa terjadi ya,” kata Karyanti.

"Namun, kalau hari ketiga tidak turun-turun juga, obatnya DBD sebenarnya adalah cairan, ketika dia kurang minum akhirnya pasti ada gejala-gejala, tanda bahaya warning sign kita sebutnya," kata Karyanti.

Ia mengatakan ada tujuh warning sign penting untuk mengetahui tingkat paling bahaya dari DBD . Ditandai di hari ketiga yakni timbul seperti sakit perut terasa nyeri, kemudian letargi atau lemas, perdarahan spontan, ada pembesaran hati, ada penumpukan cairan, dan dari pemeriksaan laboratorium biasanya ada peningkatan hematokrit. "Ini yang bermakna sama trombosit yang makin turun di bawah 100.000. Itu tingkat bahaya sekali DBD," ujarnya.(Baca juga: Waspada, 30 Orang di Salatiga Terkonfirmasi Positif DBD )

Ia pun mengatakan fase kritis dari pasien DBD ada di hari ketiga. “Yang kita takut di hari ketiga justru yang bahaya DBD yang kita sebut fase kritis. Karena di saat hari itu, biasanya bisa terjadi kebocoran dari pembuluh darah," kata Karyanti.

Kebocoran dari pembuluh darah ini yang membuat aliran darah ke otak berkurang, sehingga pasien DBD akan lemas dan tidur terus seharian. Asupan makan, minum sulit sehingga akan muntah-muntah, yang menimbulkan dehidrasi dan tidak buang air kecil lebih dari 46 jam.

"Nah itu tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai oleh orang tua, jika ada keluarga yang ada timbul gejala warning sign tadi, segera bawa ke rumah sakit," kata Karyanti.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
3 Orang Jadi Tersangka,...
3 Orang Jadi Tersangka, Kasus Pengadaan APD Covid-19 Rugikan Negara Rp319 Miliar
SBY Lapor ke Jokowi...
SBY Lapor ke Jokowi Jadi Penasihat Khusus Aliansi Sedunia Membasmi Malaria
WHO Sebut Tren Kerja...
WHO Sebut Tren Kerja Jarak Jauh Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Pekerja
Rekor! Angka Kematian...
Rekor! Angka Kematian DBD di Indonesia Turun ke 0,4 Persen, Target Nol Kematian 2030 Kian Nyata
Kasus Dengue Tembus...
Kasus Dengue Tembus 161 Ribu, Kemenkes Sebut DBD Masih Jadi Momok di Indonesia dan ASEAN
Kalimantan Utara Perkuat...
Kalimantan Utara Perkuat Pencegahan Dengue Lewat Program Vaksinasi Perdana
Rekomendasi
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
6 Bahaya Tidur dengan...
6 Bahaya Tidur dengan Rambut Basah, Picu Infeksi dan Jerawat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved