Mencari Paket Capres-Cawapres, KIB Didorong Gelar Konvensi
Selasa, 17 Mei 2022 - 14:17 WIB
loading...
Koalisi Indonesia Bersatu yang terdiri atas Golkar, PAN, dan PPP disarankan menggelar konvensi untuk menjaring paket capres-cawapres 2024. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional, membentuk politik menyambut pesta politik 2024. Bahkan pertemuan tiga pucuk pimpinan partai yang dinamakan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) itu telah diikuti pertemuan di tingkat kader bawah.
Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII) Arfianto Purbolaksono menilai langkah tiga partai membentuk koalisi ini sangat baik. Menurut dia, pembentukan koalisi lebih awal ini sangat penting dilakukan agar anggota koalisi dapat menyamakan persepsi, menyusun dan membangun konsensus bersama tentang visi dan misi, serta program yang akan nantinya ditawarkan oleh partai-partai yang tergabung dalam koalisi maupun oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusungnya.
”Pembentukan koalisi lebih awal pun akan bermanfaat untuk mengatur strategi koalisi sejak awal," papar Anto.
Baca juga: Soal Koalisi Indonesia Bersatu, Fahri Hamzah: Koalisi Ujug-ujug Harus Dihentikan
Selain itu, pembentukan koalisi lebih awal ini juga dapat memberikan waktu yang cukup bagi partai-partai politik untuk menjaring kandidat bakal calon yang memiliki kapasitas dan elektabilitas yang baik di mata publik. Sebab harus diakui tantangan bagi ketiga partai ini adalah belum memiliki tokoh yang cukup baik secara elektabilitas berdasarkan sejumlah survei yang telah beredar.
Karena itu, ada beberapa pilihan yang dapat dilakukan untuk menjaring kandidat. Pertama, menambah anggota koalisi dengan partai yang telah memiliki calon dengan tingkat elektabilitas lebih baik. Alternatif kedua, mengundang tokoh di luar partai politik yang nantinya akan dipasangkan dengan calon wakil presiden yang berasal dari salah satu partai anggota koalisi tersebut.
Alternatif ketiga, dilakukan mekanisme konvensi. Konvensi juga menjadi indikator dan insentif yang bagus untuk manajemen partai dan karir politik para kader partai yang berkualitas dan loyal.
Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII) Arfianto Purbolaksono menilai langkah tiga partai membentuk koalisi ini sangat baik. Menurut dia, pembentukan koalisi lebih awal ini sangat penting dilakukan agar anggota koalisi dapat menyamakan persepsi, menyusun dan membangun konsensus bersama tentang visi dan misi, serta program yang akan nantinya ditawarkan oleh partai-partai yang tergabung dalam koalisi maupun oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusungnya.
”Pembentukan koalisi lebih awal pun akan bermanfaat untuk mengatur strategi koalisi sejak awal," papar Anto.
Baca juga: Soal Koalisi Indonesia Bersatu, Fahri Hamzah: Koalisi Ujug-ujug Harus Dihentikan
Selain itu, pembentukan koalisi lebih awal ini juga dapat memberikan waktu yang cukup bagi partai-partai politik untuk menjaring kandidat bakal calon yang memiliki kapasitas dan elektabilitas yang baik di mata publik. Sebab harus diakui tantangan bagi ketiga partai ini adalah belum memiliki tokoh yang cukup baik secara elektabilitas berdasarkan sejumlah survei yang telah beredar.
Karena itu, ada beberapa pilihan yang dapat dilakukan untuk menjaring kandidat. Pertama, menambah anggota koalisi dengan partai yang telah memiliki calon dengan tingkat elektabilitas lebih baik. Alternatif kedua, mengundang tokoh di luar partai politik yang nantinya akan dipasangkan dengan calon wakil presiden yang berasal dari salah satu partai anggota koalisi tersebut.
Alternatif ketiga, dilakukan mekanisme konvensi. Konvensi juga menjadi indikator dan insentif yang bagus untuk manajemen partai dan karir politik para kader partai yang berkualitas dan loyal.
Lihat Juga :