Di Balik Pertemuan Golkar, PAN, dan PPP, Pengamat: Ada Skenario Baru

Sabtu, 14 Mei 2022 - 17:50 WIB
loading...
Di Balik Pertemuan Golkar,...
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketum PPP Suharso Monoarfa, bertemu dan sepakat membentuk koalisi menjelang Pemilu 2024. Foto/Yulianto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Tiga ketua umum (ketum) partai seperti Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketum PPP Suharso Monoarfa, bertemu dan sepakat membentuk Koalisi Indonesia Bersatu menjelang Pemilu 2024.

Baca juga: Petinggi Parpol Pendukung Jokowi Bertemu, PKB Bantah Bahas Presiden 3 Periode

Melihat adanya pertemuan sekaligus pembentukan koalisi tersebut, Analis Komunikasi Politik dari Kedai Kopi, Hendri Satrio mengatakan, dirinya melihat adanya tiga impresi sebuah persaingan sekaligus skenario baru.

Baca juga: 3 Ketum Parpol Bertemu, Adi Prayitno: Kode Keras Koalisi Golkar-PAN-PPP di Pemilu 2024

"Yang pertama kita deg-degkan. Kenapa deg-degan? Semua pertanyaan ada di koalisi politik itu jadi koalisi mau ngapain? Ini seperti sebuah koalisi yang ingin menyaingi proses yang dilakukan oleh Nasdem," kata pria yang akrab disapa Hensat di Diskusi Polemik MNC Trijaya, Sabtu (14/5/2022).

Menurut Hensat, adanya pertemuan antara partai nasionalis dan partai Islam ini seperti akan segera mengumumkan salah satu atau tiga dari calon presiden. Hal inilah yang kerap membuat rakyat deg-degan. Karena setiap kali ada koalisi terbentuk skenario baru dalam perpolitikan Indonesia.

Kemudian untuk yang kedua, Hensat melihat tujuan dari adanya pertemuan ini masih sangat misterius. Sebab menurutnya, tidak ada spesifik yang harus diketahui. Bahkan, pertemuan ketiga partai politik ini seperti ingin menyelamatkan sesuatu.

"Karena ketiga-tiganya ada di koalisi Pak Jokowi, tapi khusus PPP dan PAN posisi elektabilitasnya ngeri-ngeri sedap, apalagi PPP hanya 4,5 jadi merapat ke koalisi ini. Apakah tujuannya menyelamatkan partainya masing-masing atau untuk kemaslahatan rakyat," ungkapnya.

Kemudian untuk impresi ketiga, Hensat menilai, adanya koalisi ini merupakan penyelamatan seseorang calon presiden sekaligus agenda tersembunyi yang dilakukan oleh pihak istana. Hal inilah yang masih menjadi pertanyaan besar.

"Ini maunya mengusung calon atau mengamankan calon saja. Pertanyaannya adalah apakah ada? Karena ketiganya adalah partai politik koalisi pemerintah. Saya selalu curiga apakah ini ada isu dari istana," ucap Hensat.

"Karena adanya pengguliran isu tiga periode dan adanya masa tambah jabatan presiden. Jadi ketika ada pergerakan koalisi dari istana, perlu juga kita tanya. Ini mau ngapain lagi istana sih," tutupnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Pemilu 2029 Didominasi...
Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Rekomendasi
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Berita Terkini
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved