Dinilai Janggal, Formappi Soroti Pemenang Tender Gorden DPR

Senin, 09 Mei 2022 - 07:57 WIB
loading...
Dinilai Janggal, Formappi...
Ada sejumlah kejanggalan dalam proses tender gorden untuk anggota DPR. Hal ini diungkap oleh Penanggung Jawab Bidang Legislasi Formappi, Lucius Karus. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ada sejumlah kejanggalan dalam proses tender gorden untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal ini diungkap oleh Penanggung Jawab Bidang Legislasi Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus.

Baca juga: Sekjen Ungkap Rp48 Miliar untuk Gorden 505 Rumah Dinas Anggota DPR

"Sulit memahami logika tender pengadaan gorden rumah dinas anggota DPR yang berakhir dengan kemenangan perusahaan dengan tawaran harga paling tinggi," ujar Lucius, Senin (9/5/2022).

Baca juga: DPR Mau Ganti Gorden Rp48 Miliar, Ini Penjelasan Dasco

Ia mengaku heran bagaimana bisa perusahaan yang mengajukan nilai kontrak paling mahal yang menang. Padahal ada juga perusahaan lain yang mengajukan penawaran dengan harga yang lebih rendah.

"Bagaimana bisa pemenang tender justru adalah perusahaan yang akan menyedot anggaran, bukan perusahaan yang bisa menberikan selisih harga yang menguntungkan negara. Seolah-olah mau bilang anggaran yang sudah dialokasikan harus dihabiskan tanpa perlu memikirkan efisiensi anggaran yang bisa menguntungkan negara," kata Lucius Karus.

Kejanggalan penentuan harga ini kata dia, seolah-olah mau mengatakan bahwa barang yang diadakan tak penting, yang penting anggaran harus dipakai semua.

"Jadi dari segi efisiensi anggaran tender pengadaan gorden DPR jelas bermasalah. Karena bermasalah, saya kira harus dicari tahu betul apa yang terjadi dalam proses penentuan pemenang tender," ungkapnya.

Ia mewanti-wanti jangan sampai pilihan pemenang tender pada perusahaan yang memberikan tawaran tertinggi karena ada kongkalingkong antara perusahaan pemenang dengan penyelenggara proyek pengadaan.

"Tender jadi semacam prosedur formalitas saja. Mungkin saja keputusan siapa pemenang tender sudah ditentukan sebelum tender dilakukan," tegasnya.

"Penentuan pemenang tender yang mendahului tendernya sendiri tentu saja dilakukan karena ingin memastikan keuntungan tidak hanya bagi perusahaan pelaksana proyek tetapi juga penyelenggara proyek," tambah Lucius.

Pasalnya, dengan kepastian pemenang sejak awal,maka kingkalingkong untuk meraup keuntungan pasti sudah jelas pula.

Dugaan di atas kata Lucius sesungguhnya masuk akal jika melihat betapa ngototnya Kesekjenan DPR mengeksekusi proyek ini walaupun banyak masyarakat mengkritik bahkan menolaknya.

Apalagi Lucius mengungkapkan profil perusahaan pelaksana proyek gordyn awalnya adalah perusahaan kontraktor dan IT. Belakangan memang ada perluasan cakupan proyek yang digarap oleh perusahaan pemenang tender dengan memasukkan interior supply sebagai salah satu bidang pekerjaan PT Bertiga Mitra Solusi.

"Kalau perusahaan IT tiba-tiba mengerjakan proyek pengadaan gorden, ya mungkin perlu memang mempertanyakannya," pungkas Lucius.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Massa HMI MPO Datangi...
Massa HMI MPO Datangi Gedung DPR, Sampaikan Tuntutan Ini
Rekomendasi
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Berita Terkini
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved