Kisah Jenderal Hoegeng Ledek Bung Karno soal Nama

Minggu, 24 April 2022 - 06:13 WIB
loading...
Kisah Jenderal Hoegeng...
Disaksikan Presiden Soekarno, Hoegeng menandatangani SK sebagai Menteri/Sekretaris Presidium Kabinet di Istana Negara pada 27 Maret 1966. Foto: Dok.Keluarga Hoegeng
A A A
JAKARTA - Hoegeng adalah sosok polisi yang dikenal jujur, berintegritas, dan sederhana. Pria kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah 14 Oktober 1921 itu bernama lengkap Hoegeng Iman Santoso.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) kelima atau periode 1968 hingga 1971 ini lebih senang dipanggil Hoegeng . Buktinya, nama Hoegeng yang tercantum pada name tag di seragam dinas Kepolisiannya sejak lulus dari kursus polisi di awal masuknya Jepang pada 1942, Sekolah Polisi Sukabumi pada 1944 hingga lulus dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta pada 1952.

Nama itu juga yang tercantum pada name tag Hoegeng saat menjabat Kepala Jawatan Imigrasi, Menteri Iuran Negara, atau Menteri/Sekretaris Presidium Kabinet, Wakil Menpangak, serta Menteri Panglima Angkatan Kepolisian (Menpangak). Nah, ada cerita menarik mengenai nama Hoegeng itu.

Kisah Jenderal Hoegeng Ledek Bung Karno soal Nama

Hoegeng di meja kerjanya saat menjadi Kapolri. Foto: Dok. Keluarga Hoegeng

Baca juga: Kisah Jenderal Hoegeng Tertawa Terpingkal-pingkal saat Rumahnya Disatroni Maling

Presiden Soekarno atau Bung Karno pernah heran dengan nama Hoegeng yang disingkat. Peristiwa itu terjadi saat Soekarno bertemu Hoegeng pada pelantikan para perwira Kepolisian lulusan PTIK.

Soekarno pun sempat mengusulkan Hoegeng mengganti nama menjadi Soegeng. Menurut Bung Karno, tidak ada orang Jawa yang namanya Hoegeng. Yang ada hanya Soegeng.

Namun, Hoegeng saat itu menolak. Hoegeng justru meledek Bung Karno kalau nama Soekarno itu nama pembantu rumah tangganya. Soekarno sempat mendelik dan melotot menanggapinya.

Kisah Jenderal Hoegeng Ledek Bung Karno soal Nama

Sekitar tahun 2003 sebelum meninggal, Hoegeng berfoto bersama istrinya, Meri. Foto/Dok.Keluarga Hoegeng

Baca: Kisah Jenderal Hoegeng Dibentak Tentara dan Bikin Habibie Tertawa Kecut

Akan tetapi, Soekarno akhirnya tertawa. Hoegeng juga tertawa. Kala itu, Soekarno tidak marah walaupun diledek di hadapan para perwira tinggi polisi. Bung Karno justru terkesan dengan keterus-terangan Hoegeng.

Hoegeng juga menyukai Bung Karno yang dinilai objektif dan ramah. "Bapak memang dengan Bung Karno. Saat Bung Karno berpulang, Bapak yang diminta keluarga Bung Karno sebagai wakil keluarga sampai menghadiri pemakaman di Blitar," kata putra kedua Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng atau Didit dikutip dari buku Hoegeng Polisi dan Menteri Teladan karya Suhartono.

"Hubungan kami dekat karena kebetulan juga, kakak saya, Reny Soerjanti Hoegeng itu teman bermainnya Mba Adis (Megawati Soekarnoputri, red) sejak SMA. Mereka sama-sama sekolah di Perguruan Cikini. Jadi, Mbak Reny sering diajak ke Istana bermain dengan Mbak Adis. Saya sendiri kenal dengan Guntur Soekarno," ujar Didit Hoegeng.

Kisah Jenderal Hoegeng Ledek Bung Karno soal Nama

Hoegeng dan Meri berfoto bersama sejumlah artis pengisi acara The Hawaiian Seniors di TVRI. Foto: Dok. Keluarga Hoegeng

Baca juga: Kisah Jenderal Hoegeng Usir Intel di Warung Rokok

Adapun komunikasi antara keluarga Hoegeng dengan keluarga Soekarno berjalan melalui Reny atau Didit dengan Guntur. "Pak Hoegeng itu memang nama yang akrab buat keluarga kami. Putri Pak Hoegeng, Reny adalah teman sekolah adik saya, Megawati," kata putra sulung Soekarno, Guntur Soekarnoputra.

"Jadi, waktu di Istana, saya sempat tanya ke Mbak Reny, 'Siapa sih ayahmu?', ternyata, ayahnya adalah Pak Hoegeng. Bapak (Soekarno, red) memang sudah lama kenal Pak Hoegeng karena memang pernah mengawal Bapak di masa perjuangan revolusi, dan bolak-balik sering dipanggil Bapak ke Istana," ungkap Guntur atau akrab disapa Mas Tok ini.

Berdasarkan informasi dari laman kepustakaan presiden perpusnas, Hoegeng meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Rabu 14 Juli 2004 pukul 00.30 WIB. Sejak 13 Mei 2004, Hoegeng telah dirawat intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta akibat mengalami stroke, penyumbatan saluran pembuluh jantung, dan pendarahan bagian lambung.

Baca: Kisah Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Pernah Ditempeleng Perwira Jepang

Jenazah Hoegeng dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Giritama, Desa Tonjo, Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat pada Rabu 14 Juli 2004 siang. Banyak penghargaan kepada Hoegeng, yakni Bintang Gerilya, Bintang Dharma, Bintang Bhayangkara, Bintang Kartika Eka Paksi Tingkat I, Bintang Jasasena, Swa Buawa.

Kemudian, Panglima Setya Kota, Sapta Marga, Prasetya Pancawarsa, Satya Dasawarasa, Yana Utama, Penegak, dan Ksatria Tamtama. Mengenai karier, Hoegeng pernah menjabat Kapolsek Jomblang Semarang pada 1945, Kepala DPKN Surabaya pada periode 1952-1955, Kepala Reskrim Sumatera Utara Medan pada periode 1955-1959.

Kemudian, Kepala Jawatan Imigrasi pada periode 1960-1965, Menteri Iuran Negara periode 1966-1967, Deputi Operasi Menpangak periode 1967-1968, dan Kapolri pada periode 1968-1971.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Pancasila Lahir Bukan...
Pancasila Lahir Bukan dari Ruang Kosong, Presiden: Sebuah Konsensus Agung
Profil Kombes Pol M...
Profil Kombes Pol M Arsal, Perwira Bareskrim yang Masuk Tiga Besar Hoegeng Awards
Prabowo: Bung Karno...
Prabowo: Bung Karno Bukan Milik Satu Partai
Terbitkan Buku Politik...
Terbitkan Buku Politik Hukum Kepolisian, Eks Kapolri: Masukan untuk RUU Polri
Jenazah Meriyati Roeslani...
Jenazah Meriyati Roeslani Istri Jenderal Hoegeng Tiba di Rumah Duka
Meriyati Roeslani Istri...
Meriyati Roeslani Istri Jenderal Hoegeng Dimakamkan Besok di Giri Tama Bogor
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Nyamar Jadi Hippies, Pakai Wig Gondrong, Kemeja Bunga-bunga dan Syal di leher
Rekomendasi
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Berita Terkini
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik MBG Andri Mulyono Jadi Tersangka
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved