LGP: Pernyataan Menteri Soal Big Data Membuat Situasi Politik Memanas

Kamis, 14 April 2022 - 01:12 WIB
loading...
LGP: Pernyataan Menteri...
Acara buka puasa DPP LGP dan Brigade Laskar Ganjar-Puan (LGP) di Graha SS Grand Galaxi Kota Bekasi, Rabu (13/4/2022). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Laskar Ganjar Puan (LGP) menilai pernyataan salah satu menteri terkait big data membuat situasi politik nasional memanas. LGP menyarankan Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle terhadap menteri tersebut.

Ketua Dewan Pembina LGP Mochtar Mohamad mengatakan, akhir-akhir ini suhu politik di Indonesia mulai memanas. Hal ini dipicu tentang wacana penundaan Pemilu 2024 yang dilontarkan elite politik. Terlebih pernyataan salah satu Menko soal 'Big Data' yang membuat situasi semakin meruncing.

"Pertengahan tahun ini analisa kami situasi politik makin panas dan kami LGP akan mengantisipasi itu," kata Mochtar saat acara buka puasa DPP LGP dan Brigade Laskar Ganjar-Puan (LGP) di Graha SS Grand Galaxi Kota Bekasi, melalui keterangan tertulis, Rabu (13/4/2022).



Pria yang akrab disapa M2 ini menyarankan, Presiden Jokowi melakukan reshuffle terhadap menteri yang melontarkan pernyataan soal penundaan Pemilu 2024 karena bertentangan dengan konstitusi. "Menteri yang bicara soal big data perlu di reshuffle. Kalau tidak dilakukan, bisa jadi Pak Jokowi mengalami turbulensi politik di tahun 2022 ini," katanya.

Guna mengantisipasi turbelensi politik tersebut, lanjut dia, LGP akan membentuk Brigade LGP 2 batalyon di semua daerah yang dimulai dari Bekasi. "Di Bekasi masing-masing 600 orang pasukan. Sedangkan DKI dan Jawa Barat, insyaAllah April dan Mei mendatang selesai terbentuk," ujarnya.

Ketua Umum LGP, Nawang Andi Kusuma menambahkan, satu hal yang perlu dilakukan juga saat ini yakni melindungi aset kekayaan negara. Oleh karenanya, LGP juga berupaya untuk melindungi semua aset kekayaan negara. Jangan sampai karena investasi dapat merugikan negara.

Baca juga: Tulis Puisi BRUTUS, Fadli Zon Singgung Big Data hingga Oligarki

"Kita perlu lindungi aset kekayaan negara, diharapkan BPK dan KPK perlu mengevaluasi kerja sama investasi dengan asing dan jangan sampai merugikan negara," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kabar 60 Ribu Calon...
Kabar 60 Ribu Calon Mahasiswa PTN Tidak Daftar Ulang, Puan Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Momen Prabowo Mencari...
Momen Prabowo Mencari Kopi saat Pidato di Rapat Paripurna DPR
Disambut Puan Maharani,...
Disambut Puan Maharani, Presiden Prabowo Hadiri Rapat Paripurna DPR
Nobar Film Pesta Babi...
Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan di Sejumlah Daerah, Puan Maharani Buka Suara
Puan Ungkap 16 Isu yang...
Puan Ungkap 16 Isu yang Jadi Sorotan Publik Bakal Diawasi DPR
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Distribusi BBM di Tengah Lonjakan Permintaan
HGI Jakarta Domino Tournament...
HGI Jakarta Domino Tournament 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Olahraga Pikiran
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved