Soal Presiden 3 Periode, Fahri Hamzah: Kita Tidak Bisa Lagi Dikelabui Komplotan Senayan

Selasa, 12 April 2022 - 17:22 WIB
loading...
Soal Presiden 3 Periode,...
Wakil Ketua DPN Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah menilai langkah parpol menarik ucapanya soal masa jabatan Presiden bagian dari tindakan cuci tangan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Isu perpanjangan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode menimbulkan polemik berkepanjangan. Partai-partai yang melemparkan wacana tiga periode tersebut mulai menarik ucapannya.

Wakil Ketua DPN Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah menilai langkah parpol menarik ucapannya soal masa jabatan Presiden bagian dari tindakan cuci tangan. Baca juga: Di Hadapan Mahasiswa UI, Luhut: Dengerin! Saya Tak Pernah Bilang Jokowi Tiga Periode

"Partai politik tertentu ingin cuci tangan dengan mengatakan bahwa sejak awal mereka tidak setuju perpanjangan dan penambahan 3 periode," cuit Fahri lewat Twitter, Selasa (12/4/2022).



Menurut Fahri, tindakan partai yang berduyun-duyun menarik dukungannya hanyalah upaya mengelabui publik. Pengelabuan tersebut, menurut mantan Wakil Ketua DPR RI ini, karena sejatinya di tingkat MPR sudah terjadi pembahasan amendemen Undang-Undang Dasar 1945 sejak awal.

"Tetapi di fraksi MPR mereka semua bersidang merancang amendemen UUD45 sejak awal," kata Fahri menegaskan.

Oleh karena itu, Fahri menilai kumpulan partai yang merivisi ucapannya tersebut hanyalah bentuk dari komplotan. Dia mengimbau kepada pembaca cuitannya untuk hindari pengelabuan komplotan Senayan.

"Kita tidak bisa lagi dikelabui oleh komplotan Senayan," katanya.

Seperti diketahui, Juru Bicara Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi menegaskan partainya bersepakat dengan pernyataan Presiden Jokowi untuk menolak masa jabatan kepala negara menjadi tiga periode.

"Jika ada komentar dari siapa pun bahwa Pak Jokowi menginginkan masa jabatan Presiden tiga periode maka kemungkinan ia bukan saja melakukan framing media yang berkonotasi negatif, tetapi sudah menjurus ke character assassination, perusakan karakter," ujar Viva Yoga Mauladi kepada SINDOnews, Senin (21/6/2021). Baca juga: Didemo saat Kunjungi UI, Luhut Debat dengan Mahasiswa soal Big data

"Yaitu melakukan manipulasi fakta, mencoreng citra, dan membalikkan realitas. Tujuannya agar membuat malu dan mendiskreditkan legitimasi presiden di mata publik," tambah Yoga.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fahri Hamzah Minta Elite...
Fahri Hamzah Minta Elite Nasional Jangan Terus Kembangkan Narasi Perpecahan
Fahri Hamzah Kritik...
Fahri Hamzah Kritik Saiful Mujani: Dunia Lagi Memerlukan Kita untuk Kompak Bersatu
Komisi II DPR Bakal...
Komisi II DPR Bakal Panggil KPU Imbas Penggunaan Jet Pribadi
Saraswati Rahayu Mundur...
Saraswati Rahayu Mundur dari DPR, PB PII: Jadi Teladan Politik Generasi Muda
Ketua MPR Sangkal Isu...
Ketua MPR Sangkal Isu Masa Jabatan Presiden Bakal Diubah Menjadi 8 Tahun
Megawati Sentil Kader...
Megawati Sentil Kader PDIP Babak Belur di Pemilu 2024
Fahri Hamzah : Prabowo...
Fahri Hamzah : Prabowo Fokus Putus Rantai Ketimpangan Kaya dan Miskin
Program 3 Juta Rumah...
Program 3 Juta Rumah Gagal Terwujud Tahun Ini, Fahri Hamzah Minta Maaf
Fahri Hamzah Kritik...
Fahri Hamzah Kritik Keras BP Tapera: Kebanyakan Bohongin Pak Menteri
Rekomendasi
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Berita Terkini
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved