Jokowi Tegur Menteri, Politikus PDIP Ini Teringat Cara Soeharto Memilih Pembantu di Kabinet

Jum'at, 08 April 2022 - 07:11 WIB
loading...
Jokowi Tegur Menteri,...
Ketua Bappilu DPP PDIP Bambang Wuryanto teringat Presiden Soeharto membutuhkan waktu dua tahun untuk menelusuri rekam jejak calon menterinya. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) kembali menegur para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju. Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Rabu (6/4/2022), Jokowi menyentil menteri terkait kenaikan harga Pertamax dan minyak goreng. Teguran menteri ini menimbulkan beragam spekulasi terkait menteri yang akan direposisi dalam waktu dekat.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDIP Bambang Wuryanto meluruskan bahwa Jokowi bukan ngomel, tapi melakukan evaluasi terhadap kinerja menterinya. Menurutnya, mengevaluasi kinerja menteri, apakah baik atau tidak, merupakan tugas presiden sebagai kepala pemerintahan.

"Presiden adalah kepala pemerintahan dari kata perintah. Jadi kalau perintahnya Pak Presiden itu merasa mendapatkan pelaksanaan yang tidak bagus, ya iyalah Pak Presiden kuciwa (kecewa) gitu lho kira-kira. Menteri yang mana, rakyat kita sudah bisa mengira-ngira lah," kata pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta dikutip, Jumat (8/4/2022).



Bambang menjelaskan, kenaikan minyak mentah, batubara, dan kelapa sawit memang memberikan windfall profit atau keuntungan yang tidak disangka-sangka bagi penerimaan negara. Namun kenaikan komoditas energi ini juga memiliki dampak di sejumlah sektor.

"Tetapi ada dampak juga, kenapa? Karena PLN ini membutuhkan batubara, setidaknya itu untuk membakar batubara ini kira-kira 110 juta ton per tahun. Kalau harga batubara naik dua kali lipat saja, dengan GAR 4.000-4.500, naik dua kali lipat itu berarti cashflow PLN terganggu nih, bisa enggak di-sreng? Gampang sekali itu," kata Bambang.

Menurut Ketua Komisi III DPR ini, kenaikan harga komoditas ini pada dasarnya bisa disesuaikan. Namun, sayangnya para menteri tidak bisa mengomunikasikannya kepada masyarakat dengan baik.

Baca juga: Jokowi Geram dengan Menteri yang Urusi Minyak Goreng dan Pertamax: Ada Empati Gitu Loh

"Cuma karena seperti kenaikan ini para menteri statement keluar ini enggak gampang. Karena apa? karena ini mengandung detail. Mohon izin kalau untuk publik, rakyat kita yang detail kan nggak suka, maka untuk memilih kata yang tepat itu sesungguhnya kita ngomong tidak usah khawatir ini kita bisa selesaikan karena kita blablabla... Ini batubara naik, betul, oke kita foto ini, kita selesaikan, gampang. Ini detail nanti saya jelasin di dalam peraturan menteri atau dalam peraturan pemerintah," katanya.

Karena itu, menurut Bambang, dibutuhkan menteri yang bisa bekerja di lapangan. Ia pun mengingatkan presiden agar ke depan memilih menteri dengan melihat rekam jejaknya. "Maka kalau milih menteri ke depan memilih pemimpin itu cek lah track record-nya, karena dari jejak rekamnya itu akan muncul tiga hal. Dia pasti akan keluar karakternya, ini kayak apa? SMP kayak apa? SMA kayak apa? perguruan tingginya kayak apa, terus bekerja di mana ini di-trace," ujarnya.

Bambang mengungkap bahwa di era Presiden Soeharto, membutuhkan waktu sampai 2 tahun untuk menelusuri rekam jejak calon menterinya. Misalnya Akbar Tanjung sebelum menjabat sebagai menteri sampai dinikahkan dulu dengan istrinya, Krisnina Maharani, agar karakternya lebih lembut.

"Izin contoh Pak Akbar Tanjung untuk menjadi menteri dinikahi dulu dengan Mbak Nina, agar ada karakter yang lebih soft. Sampai begitu lho," katanya.

Dengan begitu, rekam jejaknya terlihat, begitu juga dengan karakter, integritas, kompetensi, dan kapasitas calon menteri. Saat ada masalah tidak bingung dan gelagapan. "CC (competency capacity) orang mengalami masalah, kalau kita orang yang tidak biasa menangani masalah, begitu ada masalah nggragab (kaget), bingung, gelagapan. Tetapi juga jangan langsung prat pret, ini juga butuh ketelitian," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Rekomendasi
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Apa Itu PCOS? Ini Gejala,...
Apa Itu PCOS? Ini Gejala, Penyebab, dan Dampaknya terhadap Kesuburan Wanita
Berita Terkini
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved