Indeks Demokrasi Membaik, Kebebasan Berpendapat Jadi Catatan Khusus

Kamis, 07 April 2022 - 10:09 WIB
loading...
Indeks Demokrasi Membaik,...
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyebutkan bahwa indeks demokrasi di Indonesia terus membaik selama dua tahun terakhir. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyebutkan bahwa indeks demokrasi di Indonesia terus membaik selama dua tahun terakhir. Posisi Indonesia terus mengalami perbaikan.

"Pada 2020 itu Indonesia berada di skor 6,3 dan menempati posisi 64, namun di 2021 indeks demokrasi mengalami peningkatan yakni di skor 6,71 dan menempati posisi ke-52," ujar Burhan, Kamis (7/4/2022). Baca juga: Survei Indikator: 77,2% Publik Percaya pada Demokrasi

Dia menyebutkan meskipun ada peningkatan namun ada catatan yang harus diperhatikan pemerintah dalam hal memastikan demokrasi di Indonesia bisa sehat dan tidak antikritik. Dia mengungkapkan dari hasil survei indikator yang dipublikasikan pada 3 April 2022 lalu, sebanyak 64,9% responden takut menyatakan pendapatnya.

"Masih banyak orang yang khawatir menyampaikan pendapatnya. Tugas kita bersama menyelamatkan demokrasi pasca Reformasi," jelasnya.

Burhan menyebutkan berdasarkan data Freedom House, indeks demokrasi di Indonesia mulai turun sejak 2013 silam di mana UU Ormas menyebutkan Pancasila sebagai dasar dari setiap organisasi kemasyarakatan.

"UU Ormas ini sudah di Perpu negara dapat membubarkan ormas dan itu memang menjadi preseden buruk dalam turunnya indeks demokrasi di Indonesia," terangnya.

Menurutntya, saat ini yang paling merasa demokrasi memburuk dan kebebasan berpendapat terancam adalah generasi muda yang duduk di bangku mahasiswa.

"Semakin muda semakin mereka menyatakan bahwa kebebasan berpendapat saat ini terbatas. Mereka membandingkan dengan jaman awal Reformasi dan bukan saat Orde Baru," kata ia..

Dijelaskannya, kondisi demokrasi semakin memburuk di Indonesia setelah kontestasi kerasnya Pilkada DKI Jakarta. Bahkan dari data yang ia dapatkan, dalam satu tahun ada setidaknya 4-5 ribu kasus (mayoritas terkait pasal karet di UU ITE) dari kalangan orang punya 'telinga tipis' karena sedikit-sedikit melaporkan ke ranah hukum. Baca juga: Praktisi Hukum Ingatkan Pentingnya Menjaga Iklim dan Indeks Demokrasi

"Kita harapkan sistem demokrasi lebih sehat, Partai Demokrat semakin sehat dalam menyampaikan kritiknya pada pemerintah. Perlu diperhatikan memang ada kecenderungan penggunaan buzzer baik yang pro maupun antipemerintah ini membuat masyarakat umum malas atau lebih berhati-hati dalam berkomentar di ranah media sosial," pungkas Burhan.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soal Pernyataan Amien...
Soal Pernyataan Amien Rais, Foksi Ingatkan Pentingnya Etika Demokrasi di Ruang Publik
Tenaga Ahli KSP: Kebebasan...
Tenaga Ahli KSP: Kebebasan Berpendapat Ada Batas, Kritik Harus Patuhi Aturan
Akademisi Dilaporkan...
Akademisi Dilaporkan ke Polisi, Pengacara Ubedilah Badrun: Kenapa Tidak Adu Data Saja?
Feri Amsari Dipolisikan,...
Feri Amsari Dipolisikan, Pangi Syarwi Chaniago: Negara Demokrasi 'Dewanya' Itu Kebebasan
Makar dan Penertiban...
Makar dan Penertiban Kognitif
Komika Pandji Pragiwaksono...
Komika Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi, PDIP: Bentuk Intimidasi Kebebasan Bersuara!
Siapa Jimmy Lai? Taipan...
Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara
Separuh Penduduk Barat...
Separuh Penduduk Barat Yakin Demokasi Sudah Lumpuh, Apa Pemicunya?
7 Fakta Cape Verde,...
7 Fakta Cape Verde, Negara di Afrika Paling Stabil yang Dijadikan sebagai Mercusuar
Rekomendasi
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Berita Terkini
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Kejagung Ungkap Siasat...
Kejagung Ungkap Siasat Curang Pengadaan Motor Listrik BGN
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved