Jenderal Sigit: Buku Jalan Presisi Kapolri untuk Membenahi Korps Bhayangkara
Selasa, 29 Maret 2022 - 15:13 WIB
loading...
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menilai, buku Jalan Presisi Kapolri untuk membenahi Korps Bhayangkara
A
A
A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menilai, buku Jalan Presisi Kapolri sebagai sebuah aksi untuk melakukan refleksi di tengah pandemi Covid-19. Sebab, berbagai bahasan tentang kinerjanya selama satu tahun terulas di buku tersebut.
Kapolri dalam sambutannya yang dibacakan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, aksi refleksi di tengah pandemi tidak lain bertujuan untuk membenahi Korps Bhayangkara. Apalagi, masih ada sejumlah hal yang belum tercapai.
"Yang belum tercapai peningkatan sinergitas, perbaikan proses penegakkan hukum dan penyelesaian permasalahan HAM, akan terus kami jadikan sasaran yang harus dicapai," kata Dedi dalam acara bedah buku “Jalan Presisi Kapolri” di Universitas Paramadina, Senin 28 Maret 2022.
Baca juga: Kapolri Kejar Target Vaksin Booster Agar Warga Miliki Kekebalan Jalani Aktivitas Ramadhan
Dedi menyebut, pembenahan akan terus berlanjut karena masih ditemukan pelayanan kepolisan yang kurang responsif, tebang pilih, berbelit di lapangan yang dapat menimbulkan kebencian di masyarakat. Maka, Polri dengan laporan publik dapat menjadi institusi yang menginventarisasi segala harapan masyarakat.
Kapolri dalam sambutannya yang dibacakan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, aksi refleksi di tengah pandemi tidak lain bertujuan untuk membenahi Korps Bhayangkara. Apalagi, masih ada sejumlah hal yang belum tercapai.
"Yang belum tercapai peningkatan sinergitas, perbaikan proses penegakkan hukum dan penyelesaian permasalahan HAM, akan terus kami jadikan sasaran yang harus dicapai," kata Dedi dalam acara bedah buku “Jalan Presisi Kapolri” di Universitas Paramadina, Senin 28 Maret 2022.
Baca juga: Kapolri Kejar Target Vaksin Booster Agar Warga Miliki Kekebalan Jalani Aktivitas Ramadhan
Dedi menyebut, pembenahan akan terus berlanjut karena masih ditemukan pelayanan kepolisan yang kurang responsif, tebang pilih, berbelit di lapangan yang dapat menimbulkan kebencian di masyarakat. Maka, Polri dengan laporan publik dapat menjadi institusi yang menginventarisasi segala harapan masyarakat.
Lihat Juga :