Kabaintelkam Polri Ungkap Tantangan Menjelang Pemilu 2024

Senin, 28 Maret 2022 - 20:56 WIB
loading...
Kabaintelkam Polri Ungkap...
Kabaintelkam Polri Irjen Ahmad Dofiri mengungkapkan sejumlah tantangan menghadapi Pemilu 2024. Foto/tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR, Kabaintelkam Polri Irjen Ahmad Dofiri mengungkap tantangan yang dihadapi menjelang perhelatan Pemilu 2024 mendatang. Ia pun mengungkapkan tantangan terkait dengan masalah terorisme, radikalisme dan intoleransi.

"Terkait dengan masalah terorisme radikalisme dan intoleransi tadi disampaikan kerja samanya seperti apa, kami di dalam negeri kerja sama sangat intens dengan BNPT dan Densus 88. Bagaimana situasi tahun 2022, kami sepakat Densus 88 mengatakan tahun 2022 zero attack, artinya mudah-mudahan diharapkan penyerangan teroris seperti itu tidak ada lagi," kata Dofiri dalam sesi tanya jawab dengan Anggota Komisi III DPR dalam RDP yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2022).

Baca juga: Komisi III DPR Desak Penyeragaman Sanksi Prokes

Dofiri menjelaskan penanganan terorisme, radikalisme dan intoleransi menjadi program prioritas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Untuk terorisme sebenarnya data-datanya lebih lengkap. Misalnya data 2020-2021, ada 443 orang yang ditangkap, meninggal dunia 15 orang, naprapidana terorisme (napiter) yang bebas 152 orang, yang masih di luar negeri sebagai foreign terorrist fighter (FTF) 1200 orang.

"Terdata dengan baik, dan kami bisa kutip dengan baik contoh misalnya pemulangan napiter Pak dengan anggota Densus, kemudian dengan anggota Baintelkam, kepolisian setempat, dengan kepala bisa diantar ke keluarganya pak dan didata. Mudah-mudahan itu cukup rapi pendataan," ujarnya.

Namun, kata Dofiri, yang menjadi masalah adalah ketika menangani radikalisme dan intoleransi, ini yang paling sulit di lapangan. Seperti misalnya saat salah satu ormas dibubarkan organisasinya, tetapi kemudian orang-orang dan pahamnya masih ada. Namun, masyarakat mempertanyakan kenapa mereka masih bisa melakukan ceramah, dam masyarakat di tingkat grassroot tidak paham mengenai hal itu.

"Padahal yang dibubarkan organisasi, tapi kan orangnya boleh. Ini yang kadang-kadang terjadi benturan seperti itu Pak yang ada di lapangan yang menyulitkan kita," terang Dofiri.



Oleh karena itu, menurut Dofiri masalah intoleransi dan radikalisme itu memang perlu kerja keras semua pihak, dan pihaknyajuga bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag).

Dofiri mengungkap, masalah radikalisme dan intoleransi ini juga yang menjadi tantangan dalam menghadapi Pemilu 2024. Baintelkan ingin politik indentitas ini bisa dihilangkan di 2024 nanti.

"Ini juga menghadapi tahun 2024 yang tadi ditanyakan bagaimana proses 2024? Yang jadi concern kami adalah bagaimana politik identitas itu bisa hilang, karena menjadi permasalahan kita ke depan," papar Dofiri.

"Oleh karena itu terkait dengan toleransi dan moderasi beragama itu kami sudah menggandeng dengan Kementerian Agama untuk menangani ini semua. Kemudian beberapa ormas-ormas yang sudah kami digandeng untuk bersama-sama mengenai penanganan radikalisme dan intoleransi," pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Sidang Paripurna,...
Di Sidang Paripurna, Ketua Komisi III Puji Listyo Sigit Prabowo Salah Satu Kapolri Terbaik
Tok! Komisi III DPR...
Tok! Komisi III DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Polri ke Rapat Paripurna
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Whistleblower Dugaan Korupsi Pelabuhan: Ini Skandal Besar yang Harus Dibongkar!
Komisi III DPR: Anggota...
Komisi III DPR: Anggota Brimob Penganiaya Siswa MTs di Tual hingga Tewas Harus Diadili di Pengadilan Umum
Raker Komisi III DPR,...
Raker Komisi III DPR, PPATK Paparkan Evaluasi Kinerja 2025
Rekomendasi
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Piala Dunia 2026: Jepang...
Piala Dunia 2026: Jepang 2 Kali Koyak Gawang Tunisia di Babak Pertama
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kapolri: Kegiatan Sebelum Diserahkan ke Kejaksaan
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved