Efek La Nina, Awal Kemarau di 163 Wilayah Zona Musim Diperkirakan Mundur
Jum'at, 18 Maret 2022 - 13:15 WIB
loading...
Warga mengisi air kedalam jeriken saat mencari air bersih di Sawit, Ngerangan, Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (14/9/2021). FOTO/ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2022. Namun, sebanyak 163 dari 342 wilayah zona musim (ZOM) di Indonesia akan mengalami awal kemarau mundur akibat fenomena La Nina yang masih bertahan hingga pertengahan 2022.
"Jadi La Nina masih bertahan. Artinya, potensi peningkatan curah hujan masih dapat terjadi hingga pertengahan 2022," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat konferensi pers Prakiraan Musim Kemarau 2022, Jumat (18/3/2022).
Dwikorita mengungkapkan, dari total 342 zona musim di Indonesia, sebanyak 29,8% diprediksi mengawali musim kemarau pada April 2022 yaitu zona musim di Nusa Tenggara yang akan mulai April 2022, juga zona musim di Bali dan sebagian Jawa.
"Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis awal musim kemarau yaitu rerata klimatologis mulai tahun 1991 sampai 2020 terkait dengan awal musim kemarau, maka awal musim kemarau tahun 2022 di Indonesia diperkirakan mundur pada 163 zona musim atau 47,7% zona musim mengalami awal musim kemarau mundur," kata Dwikorita.
"Jadi La Nina masih bertahan. Artinya, potensi peningkatan curah hujan masih dapat terjadi hingga pertengahan 2022," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat konferensi pers Prakiraan Musim Kemarau 2022, Jumat (18/3/2022).
Dwikorita mengungkapkan, dari total 342 zona musim di Indonesia, sebanyak 29,8% diprediksi mengawali musim kemarau pada April 2022 yaitu zona musim di Nusa Tenggara yang akan mulai April 2022, juga zona musim di Bali dan sebagian Jawa.
"Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis awal musim kemarau yaitu rerata klimatologis mulai tahun 1991 sampai 2020 terkait dengan awal musim kemarau, maka awal musim kemarau tahun 2022 di Indonesia diperkirakan mundur pada 163 zona musim atau 47,7% zona musim mengalami awal musim kemarau mundur," kata Dwikorita.
Lihat Juga :