Mantan Ketua PBNU Minta Pemerintah Alihkan Eksploitasi Andesit dari Wadas
Kamis, 17 Maret 2022 - 14:55 WIB
loading...
KH Imam Aziz meminta tidak ada yang pihak yang mencari untung dari tambang batu andesit di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah. Foto/NU Online
A
A
A
JAKARTA - Mantan Ketua PBNU KH Imam Aziz meminta tidak ada yang pihak yang mencari untung dari tambang batu andesit untuk pembangunan Bendungan Bener di Jawa Tengah. Dia menyarankan pemerintah mengalihkan rencana eksploitasi batuan andesit ke tempat lain ketimbang menghabiskan waktu berharap masyarakat Desa Wadas mau bernegosiasi.
"Jangan berpikir cari untung dari pembangunan semacam ini. Lebih baik hormati pendapat masyarakat yang mempertahankan hak untuk hidup di lingkungan mereka,” kata Imam dikutip dalam laman resmi NU Online, Kamis,(17/03/2022).
Baca juga: Insiden Wadas, Tokoh Warga Sebut Masalahnya Kompleks
Aktivis lingkungan yang selama ini mendampingi masyarakat Wadas ini juga kepada meminta pemerintah dalam hal ini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melihat konflik Wadas secara utuh.
"Sebaiknya Gubernur tidak melihat Pembangunan Bendungan hanya dari sisi Wadas saja, tetapi secara menyeluruh. Artinya jangan mempertaruhkan Wadas untuk Bendungan. Karena Wadas hanya bagian kecil sebagai calon penyuplai batuan andesit,"kata Stafsus Wapres ini.
"Jangan berpikir cari untung dari pembangunan semacam ini. Lebih baik hormati pendapat masyarakat yang mempertahankan hak untuk hidup di lingkungan mereka,” kata Imam dikutip dalam laman resmi NU Online, Kamis,(17/03/2022).
Baca juga: Insiden Wadas, Tokoh Warga Sebut Masalahnya Kompleks
Aktivis lingkungan yang selama ini mendampingi masyarakat Wadas ini juga kepada meminta pemerintah dalam hal ini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melihat konflik Wadas secara utuh.
"Sebaiknya Gubernur tidak melihat Pembangunan Bendungan hanya dari sisi Wadas saja, tetapi secara menyeluruh. Artinya jangan mempertaruhkan Wadas untuk Bendungan. Karena Wadas hanya bagian kecil sebagai calon penyuplai batuan andesit,"kata Stafsus Wapres ini.
Lihat Juga :