Minta Masyarakat Dukung IKN Nusantara, MUI: Untuk Kemaslahatan Umat
Senin, 14 Maret 2022 - 11:31 WIB
loading...
Kawasan Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. MUI minta masyarakat mendukung pembangunan IKN Nusantara. FOTO/ANTARA/Hafidz Mubarak A
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) KH Marsudi Syuhud menilai polemik tentang pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur tidak perlu diperuncing. Sejauh pengamatan MUI, pemindahan ibu kota bertujuan untuk kemaslahatan umat.
Menurut Marsudi Syuhud, dalam fiqh daulah atau fikih kenegaraan, ketika sebuah kebijakan telah diputuskan oleh ulil amri atau pemerintah, dan secara ijmak dipandang demi kemaslahatan masyarakat, maka rakyat harus mendukungnya.
"Bagi saya, karena tugas negara adalah membangun, sesungguhnya urusan negara membangun IKN Nusantara di Kaltim adalah keharusan. Karena tujuannya demi kemaslahatan kita semua, ya kita harus dukung," kata Marsudi, Senin (14/3/2022).
Salah satu syarat pemindahan IKN tetap memenuhi kriteria demi kemaslahatan semua, menurut Marsudi, adalah kota baru dibangun tanpa melupakan pembangunan kota lama, Jakarta. Ini berdasarkan contoh yang diberikan Nabi Muhammad SAW yang hijrah dari Mekkah ke Madinah. Saat itu, Rasulullah pindah dan membangun kota Madinah bersama para sahabat tanpa melupakan Mekkah yang menjadi kota kelahirannya.
Menurut Marsudi Syuhud, dalam fiqh daulah atau fikih kenegaraan, ketika sebuah kebijakan telah diputuskan oleh ulil amri atau pemerintah, dan secara ijmak dipandang demi kemaslahatan masyarakat, maka rakyat harus mendukungnya.
"Bagi saya, karena tugas negara adalah membangun, sesungguhnya urusan negara membangun IKN Nusantara di Kaltim adalah keharusan. Karena tujuannya demi kemaslahatan kita semua, ya kita harus dukung," kata Marsudi, Senin (14/3/2022).
Salah satu syarat pemindahan IKN tetap memenuhi kriteria demi kemaslahatan semua, menurut Marsudi, adalah kota baru dibangun tanpa melupakan pembangunan kota lama, Jakarta. Ini berdasarkan contoh yang diberikan Nabi Muhammad SAW yang hijrah dari Mekkah ke Madinah. Saat itu, Rasulullah pindah dan membangun kota Madinah bersama para sahabat tanpa melupakan Mekkah yang menjadi kota kelahirannya.
Lihat Juga :