Perkuat Kaderisasi, PP IPPNU Bekali Kader Menghadapi Bonus Demografi
Senin, 14 Maret 2022 - 06:33 WIB
loading...
Pengurus Pusat (PP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menggelar Latihan Pelatih Nasional (Latpelnas) Tahun 2022 di BBPLM pada Kamis-Minggu (10-13/03/2022). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pengurus Pusat (PP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menggelar Latihan Pelatih Nasional (Latpelnas) Tahun 2022 di Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat (BBPLM) pada Kamis-Minggu (10-13/03/2022).
Organisasi kepemudaan yang bergerak di bidang pelajar putri dalam lingkup Nahdlatul Ulama (NU) ini melakukan pelatihan dan pembekalan kepada beberapa kader IPPNU terpilih dari seluruh Indonesia. Isu utama yang diangkat dalam Latpelnas tahun ini adalah pembekalan kader dalam menghadapi bonus demografi dan perkembangan digital. Baca juga: Puncak Bonus Demografi Indonesia Diperkirakan Tahun 2030
Menurut data statistik kependudukan Indonesia, dari 200 juta jiwa penduduk Indonesia 25,8% merupakan generasi milenial dan generasi Z. Pada tahun 2035 diperkirakan Indonesia akan mengalami bonus demografi.
Di tengah derasnya arus kemajuan digital dan bonus demografi yang akan datang, sebagai salah satu organisasi pelajar, IPPNU memiliki tanggung jawab untuk menampung dan membersamai perkembangan generasi milenial dan generasi Z.
Tantangan yang dihadapi IPPNU adalah mendekati generasi milenial dan generasi Z dengan menggunakan cara-cara yang menyenangkan dan kekinian. Oleh karena itu IPPNU telah menyusun buku pedoman kaderisasi yang telah diluncurkan pada penutupan Latpelnas, Minggu (13/3/2022).
Ketua Umum PP IPPNU Nurul Hidayatul Ummah menyatakan bahwa adaptasi diperlukan dalam menghadapi perubahan zaman. "Kita harus perkuat ideologi Aswaja dengan mempersiapkan kader inovatif dalam menghadapi masa depan," imbuh Nurul.
Senada, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, Staf Khusus Kementerian Ketenaganakerjaan yang hadir dalam penutupan Latpelnas menyatakan IPPNU sebagai kader yang akan menjadi penerus kepemimpinan bangsa. Baca juga: Wapres Wanti-wanti, Bonus Demografi Bisa Berbalik Jadi Bencana
Oleh karena itu, IPPNU harus mempersiapkan diri dalam menghadapi kemajuan teknologi yang amat pesat. "IPPNU memiliki tanggung jawab untuk melatih anak-anak dalam mempersiapkan masa depan dengan menggunakan pendekatan baru mengikuti perkembangan zaman yang dinamis," jelasnya.
Organisasi kepemudaan yang bergerak di bidang pelajar putri dalam lingkup Nahdlatul Ulama (NU) ini melakukan pelatihan dan pembekalan kepada beberapa kader IPPNU terpilih dari seluruh Indonesia. Isu utama yang diangkat dalam Latpelnas tahun ini adalah pembekalan kader dalam menghadapi bonus demografi dan perkembangan digital. Baca juga: Puncak Bonus Demografi Indonesia Diperkirakan Tahun 2030
Menurut data statistik kependudukan Indonesia, dari 200 juta jiwa penduduk Indonesia 25,8% merupakan generasi milenial dan generasi Z. Pada tahun 2035 diperkirakan Indonesia akan mengalami bonus demografi.
Di tengah derasnya arus kemajuan digital dan bonus demografi yang akan datang, sebagai salah satu organisasi pelajar, IPPNU memiliki tanggung jawab untuk menampung dan membersamai perkembangan generasi milenial dan generasi Z.
Tantangan yang dihadapi IPPNU adalah mendekati generasi milenial dan generasi Z dengan menggunakan cara-cara yang menyenangkan dan kekinian. Oleh karena itu IPPNU telah menyusun buku pedoman kaderisasi yang telah diluncurkan pada penutupan Latpelnas, Minggu (13/3/2022).
Ketua Umum PP IPPNU Nurul Hidayatul Ummah menyatakan bahwa adaptasi diperlukan dalam menghadapi perubahan zaman. "Kita harus perkuat ideologi Aswaja dengan mempersiapkan kader inovatif dalam menghadapi masa depan," imbuh Nurul.
Senada, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, Staf Khusus Kementerian Ketenaganakerjaan yang hadir dalam penutupan Latpelnas menyatakan IPPNU sebagai kader yang akan menjadi penerus kepemimpinan bangsa. Baca juga: Wapres Wanti-wanti, Bonus Demografi Bisa Berbalik Jadi Bencana
Oleh karena itu, IPPNU harus mempersiapkan diri dalam menghadapi kemajuan teknologi yang amat pesat. "IPPNU memiliki tanggung jawab untuk melatih anak-anak dalam mempersiapkan masa depan dengan menggunakan pendekatan baru mengikuti perkembangan zaman yang dinamis," jelasnya.
(kri)
Lihat Juga :