Densus 88 Tembak Mati Dokter Sunardi, Pengamat Ungkap Kamuflase Kelompok Teroris

Jum'at, 11 Maret 2022 - 12:05 WIB
loading...
Densus 88 Tembak Mati...
Terduga teroris di Sukoharjo, Jawa Tengah ditembak mati dalam penangkapan oleh Denses 88 Antiteror Mabes Polri. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Penangkapan yang berujung pada penembakan terduga teroris di Sukoharjo, Jawa Tengah oleh Detasemen Khusus ( Densus) 88 Antiteror Mabes Polri memunculkan polemik di masyarakat. Doa dan dukungan untuk terduga teroris bernama Sunardi, yang berprofesi sebagai dokter, menggema di media sosial.

Pengamat terorisme, Makmun Rasyid berpendapat bahwa langkah tegas terukur Densus 88 telah sesuai dengan UU Terorisme No 5 Tahun 2018. Undang-undang tersebut mengamanahkan kepada aparat keamanan, termasuk Densus 88, untuk menindak siapa pun, meski belum melakukan aksi teror atau meledakkan bom.

"Undang-undang tersebut membuat sistem operasi di lapangan semakin luas dan pencegahan terorisme semakin baik," kata Makmun Rasyid dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (11/3/2022).



Menurutnya, penembakan yang dilakukan Densus 88 karena adanya perlawanan dari Sunardi. Ketika diminta berhenti, dia malah berusaha kabur dengan menabrakkan mobilnya ke polisi. Dia berusaha melarikan diri dengan cara mengendarai mobilnya secara zigzag hingga mengenai kendaraan yang melintas di Jalan Raya Bekonang-Sukoharjo. Mobil baru berhenti setelah menabrak rumah warga.

Makmun Rasyid menjelaskan, secara naluriah, jika seseorang merasa bersalah, maka dia akan mencari segala macam cara agar terlepas dari jeratan. Tak terkecuali Sunardi. Kepolisian tidak mungkin menjadikannya sebagai target manakala dia tidak terlibat dalam jaringan terorisme.

"Dan faktanya, Sunardi merupakan seorang penasihat Amir Jamaah Islamiyah (JI) dan juga penanggung jawab Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI). HASI merupakan organisasi sayap Jamaah Islamiyah yang beroperasi besar di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar," katanya.

Baca juga: Akal Bulus di Balik Pendanaan Teroris

Banyak pertanyaan yang muncul mengapa Densus 88 menangkap Sunardi padahal dia belum melakukan tindakan teror? Menurut Makmum Rasyid, Sunardi memang tidak mengangkat senjata dan melakukan aksi pengeboman. Sebab, saat ini Jamaah Islamiyah sudah mengubah strategi. Kelompok teroris ini, kata Makmun, paham bahwa jika menggunakan kekerasan, maka akan sangat merugikan karena banyak penangkapan, sehingga mereka memilih konsolidasi dan menunggu momentum yang tepat.

"Makanya kalau jalan-jalan ke rumah Sunardi, tempat dia membuka praktik, ada papan nama namun pasiennya yang datang ke rumah dokter Sunardi sedikit. Mengapa? Sunardi sudah mengerti peraturan organisasinya untuk berhati-hati saat membuka praktik. Tidak semua pasien bisa diterimanya," ungkapnya.

Jamaah Islamiyah memang memiliki kecenderung membuat lembaga-lembaga humanitarian seperti BM-ABA, Syam Organizer, dan Hilal Ahmar Society Indonesia. Uang yang terkumpul digunakan untuk mengirimkan bantuan kepada negara konflik. Beberapa yayasan filantropi di Indonesia, meski bukan sayap Jamaah Islamiyah atau JAD-JAT, tapi di negara-negara konflik mereka bertemu dan membantu kelompok teroris.

"Di sini memang kelemahan regulasi yang berkaitan dengan yayasan filantropi. Khususnya UU No 9 Tahun 1961 Tentang Pengumpulan Uang dan Barang," kata Makmun.

Selain membentuk yayasan, katanya, kelompok-kelompok teroris juga menyusup ke lembaga atau ormas. Seperti Ahmad Zain An-Najah yang berada di Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Sunardi yang berprofesi menjadi dokter.

Sebelum Sunardi, ada juga terduga teroris yang berprofesi sebagai dokter. Antara lain AG, dokter di daerah Brondong, Lamongan, pada 2021. Saat itu berbarengan dengan penangkapan DA di Kabupaten Tuban. Begitu pula dengan AR yang ditangkap pada 2020 di Bekasi. Selain seorang dokter, dia juga sebagai fasilitator ke Suriah yang terafiliasi jaringan kelompok teroris Koswara.

"Lalu teroris berinisial NH (ditangkap 2018). Ia seorang dokter umum yang juga membuka praktik pengobatan bekam. Saat itu digrebek bersama SZ dan An di Bajang, Blitar," kata Makmun.

Atas penangkapan ini, Makmun Rasyid mengajak masyarakat untuk menomorsatukan kewaspadaan. Kamuflase yang dilakukan kelompok teroris selalu di luar nalar orang sekitarnya. Maka sering kali tetangganya ketika dimintai keterangan selalu normatif karena itulah kehebatan membungkus seorang teroris.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Brigjen Pol dan 1...
2 Brigjen Pol dan 1 Kombes Pol Dapat Penugasan di Densus 88 Antiteror dalam Mutasi Polri Terbaru
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Densus Tangkap 8 Terduga...
Densus Tangkap 8 Terduga Teroris JAD Afiliasi ISIS di Sulteng
Prabowo Terbitkan Perpres...
Prabowo Terbitkan Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Mengarah Terorisme
Kasus Penyiraman Air...
Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Prabowo: Ini Terorisme, Tindakan Biadab Harus Diusut
Sinergi Sekolah-Densus...
Sinergi Sekolah-Densus 88: Perkuat Guru sebagai Lini Terdepan Pelindung Remaja dari Radikalisme
Wali Kota Ini Tewas...
Wali Kota Ini Tewas Diberondong Tembakan Pembunuh Bayaran saat Berangkat ke Kantor
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Meksiko, 10 Tewas, Termasuk 6 Orang Sekeluarga
Dosen UIN Sunan Ampel:...
Dosen UIN Sunan Ampel: Dana Asing Tak Dilarang tapi Negara Wajib Mengawasi
Rekomendasi
DPRD Kota Tangerang...
DPRD Kota Tangerang Matangkan Raperda Penyelenggaraan Transportasi
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Densus 88 Buru 3 Buronan...
Densus 88 Buru 3 Buronan Terduga Teroris Pembuat Bom di Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved