Muhammadiyah Tolak Pemilu Ditunda: Jangan Sampai Generasi Muda Belajar Sejarah Buruk
Rabu, 09 Maret 2022 - 15:20 WIB
loading...
Sekum PP Muhammadiyah Abdul Muti mengatakan ditundanya pemilu 2024 melukai semangat reformasi dan amendemen UUD 1945. Foto/Instagram @abe_mukti
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan wacana ditundanya Pemilu 2024 dapat melukai semangat reformasi dan amendemen UUD 1945. Sebab dalam amendemen tersebut dengan jelas menyatakan bahwa masa jabatan presiden hanya berlangsung selama dua periode.
"Saya dalam berbagai kesempatan tidak setuju dengan penundaan pemilu," kata Mu'ti dalam diskusi yang digelar secara daring, Rabu,(09/3/2022)
"Kalau sampai itu terjadi menurut saya itu melukai semangat reformasi dan tidak sesuai dengan jiwa UUD 1945 dengan amendemen yaitu menuliskan masa jabatan presiden adalah dua periode," ucap Mu'ti.
Baca juga: Jejak Muhammadiyah Membantu Palestina
Pada kesempatan itu, Mu'ti turut mengingatkan akan perlunya sebuah pemerintahan yang meninggalkan legacy yang baik. Namun meninggalkan legacy lanjutnya bukan hanya soal perpanjngan masa jabatan, akan tetapi prestasi yang telah ditorehkan pemerintah dan menjadi sejarah dalam diri bangsa Indonesia.
"Saya dalam berbagai kesempatan tidak setuju dengan penundaan pemilu," kata Mu'ti dalam diskusi yang digelar secara daring, Rabu,(09/3/2022)
"Kalau sampai itu terjadi menurut saya itu melukai semangat reformasi dan tidak sesuai dengan jiwa UUD 1945 dengan amendemen yaitu menuliskan masa jabatan presiden adalah dua periode," ucap Mu'ti.
Baca juga: Jejak Muhammadiyah Membantu Palestina
Pada kesempatan itu, Mu'ti turut mengingatkan akan perlunya sebuah pemerintahan yang meninggalkan legacy yang baik. Namun meninggalkan legacy lanjutnya bukan hanya soal perpanjngan masa jabatan, akan tetapi prestasi yang telah ditorehkan pemerintah dan menjadi sejarah dalam diri bangsa Indonesia.
Lihat Juga :